Pengaruh Konsentrasi Surfaktan Anionik Terhadap Salinitas Optimum dalam Mikroemulsi Spontan dengan Sample Minyak Lapangan M

Ratna Widyaningsih

Abstract


Formulasi optimum untuk injeksi kimia dapat ditentukan baik dengan pengukuran tegangan antarmuka yang minimum atau dengan uji perilaku daerah 3 fasa. Terkait dengan kurva desaturasi, dimana semakin rendah tegangan antarmuka, maka semakin rendah saturasi minyak sisa. Mikroemulsi tipe III berdasarkan klasifikasi Winsor adalah kondisi dimana tegangan antarmuka berada di posisi terendah dibandingkan dengan tipe I dan tipe II, dimana kondisi ini disebut juga salinitas optimum.

 

Salinitas optimum sangat dipengaruhi oleh interaksi kimia antara surfaktan-minyak dan surfaktan-air. Terkait dengan gradient salinity pada desain injeksi surfaktan, maka target salinitas optimum yang diharapkan haruslah tercapai untuk mengoptimalkan perolehan minyak. Uji kelakuan fasa dengan menggunakan surfaktan anionik dan contoh minyak dari Lapangan M, dilakukan untuk meneliti pengaruh konsentrasi surfaktan terhadap salinitas optimum dan rasio kelarutan air/minyak di dalam mikroemulsi. Pada penelinitian ini, konsentrasi surfaktan anionik percobaan diubah dari 1 wt% menjadi 0,5 wt%.

 

Dari dasil uji coba tersebut, menunjukkan bahwa pengurangan konsentrasi surfaktan anionik menghasilkan penurunan salinitas optimum dari 42.000 ppm menjadi 31.000 ppm. Sedangkan solubilization ratio menunjukkan hasil tidak mengalami perubahan yang signifikan. Dari hasil penelitian ini, diharapkan penggunaan konsentrasi surfaktan yang tepat akan menjadi petunjuk dalam desain injeksi surfaktan yang diharapkan sesuai dengan kondisi salinitas alami air formasi di Lapangan M.


Keywords


Surfaktan; EOR; mikroemulsi; tingkat kelarutan

Full Text:

PDF

References


Bourrel, M and Schechter, R.S. (1988), Microemulsion and Related System: Formulation, Solvency, and Physical Properties, Vol.30. New York, Surfactant Science Series, Marcel Dekker

Healy, R.N., Reed, R.L., Stenmark, D.G. (1976). Multiphase Microemulsion Systems. SPEJ (June), 147–160; Trans. AIME, 261.

Hirasaki, GJ et al. (1980). Evaluation of Salinity Gradient Concept in Surfactant Flooding, SPE/DOE Enhanced Oil Recovery Symposium, 20-23 April 1985, Tulsa

Huh, C. (1979). Interfacial Tension and Solubilizing Ability of A Microemulsion Phase that Coexists with Oil and Brine. J. Coll. Int. Sci. 71, 408–428.

Ngoc T.B, Nguyen et al. (2011). Effect of Alkalis on Phase Behavior of Mixtures between Single and Double Tail Anionic Surfactant, SPE Asia Pacific Oil and Gas Conference and Exhibition, 20-22 September 2011, Jakarta

Salager, J.L et al. (1979). Optimum Formulation of Surfactant/Water/Oil Systems for Minimum Interfacial Tension or Phase Behavior, first presented at the SPE-AIME Fifth Symposium on Improved Methods for Oil Recovery, held in Tulsa, April 16-19, 1978

Sheng, James J. (2011). Modern Chemical Enhanced Oil Recovery, Elsevier, USA.

Stegemeier, G. L. (1974). Relationship of Trapped Oil Saturation to Petrophysical Properties of Porous Media, paper SPE 4754 presented at the SPE-AIME Third Symposium on Improved Oil Recovery, Tulsa, Okla., April 22-24, 1974.

Taber, J.J., Martin, F.D., (1983). Technical Screening Guides for the Enhanced Recovery of Oil, Paper SPE 12069 presented at the SPE Annual Technical Conference and Exhibition, San Francisco, 5–8 October

Widyaningsih, Ratna. (2015). EXPERIMENTAL STUDY : Chemical Synergism in Concocting Surfactant Formulation for Low Salinity Reservoir, Prosiding Seminar Nasional Kebumian X, November 2015




DOI: https://doi.org/10.31315/jmel.v1i1.1774

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




This Journal indexed to :

Crossref Content Registration

Crossref Content Registration

JMEL on GS

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Statistik Jurnal Statistik Jurnal