METODE MT, CSAMT, DAN TDEM TERINTEGRASI UNTUK MENDESAIN MODEL KONSEPTUAL PANAS BUMI LAPANGAN WAYANG WINDU JAWA BARAT

hafiz hamdalah

Abstract


Lapangan Panas Bumi Wayang Windu, Jawa Barat merupakan lapangan yang sudah beroperasi dan dalam tahap pengembangan. Untuk meningkatkan produksi maka harus ditemukan area prospek baru dengan membangun konseptual model panas bumi yang lebih detil. Metode Magnetotelluric (MT), Controlled Source Audio-Frequency Magnetotelluirc (CSAMT), dan Time Domain Electromagnetic (TDEM) merupakan metode geofisika elektromagnetik yang efektif dalam menggambarkan konseptual panas bumi berdasarkan kontras nilai resistivitas batuan di bawah permukaan. Efek heterogenitas medium di dekat permukaan menyebabkan efek pergeseran statik pada kurva resistivitas semu, sehingga perlu dikoreksi menggunakan data Time Domain Electromagnetic (TDEM). Informasi geologi berupa struktur sesar dan variasi litologi serta informasi suhu, kedalaman reservoar dan kondisi litologi bawah permukaan dari data lubang bor diperlukan pada tahap interpretasi. Hubungan antara slope resistivitas, gradien resistivitas (RG), serta gradien suhu dapat digunakan memprediksi klasifikasi potensi sumur dari produksi sangat tinggi sampai sangat rendah. Interpretasi model resistivitas bawah permukaan menunjukan nilai resistivitas overburden >40 ohm.m, batuan penudung <5 ohm.m, batuan reservoar >5 – 40 ohm.m, dan sumber panas >100 ohm.m. Kedalaman top of reservoir bervariasi dari 750 – 900 meter di bawah permukaan. Integrasi data geofisika, geologi, dan sumur menghasilkan model konseptual panas bumi lapangan Wayang Windu yang merepresentasikan zona up flow, out flow, primary recharge, secondary recharge, patahan, rekahan, dan sebaran litologi bawah permukaan. 


Keywords


MT, CSAMT, TDEM, slope resistivitas, gradien resistivitas, gradien suhu, panas bumi

Full Text:

PDF

References


Abrenica, Angelina B., Agung Harijoko, Yudi Indra K., and Ian Bogie. 2010. Characterization of Hydrothermal Alteration in Part of the Northen Vapour-Dominated Reservoir of the Wayang Windu Geothermal Field, West Java. Procceding Geothermal Congress, Bali-Indonesia.

Alzwar, M., Akbar, N., dan Bachri, S. 1992. Peta Geologi Lembar Garut dan Pameungpeuk, Jawa Barat , skala 1:100.000. Puslitbang Geologi, Bandung

Árnason, H., Kristmannsdóttir, H., Torfason, H., and Ólafsson, M., 2000. Natural changes in unexploited high-temperature geothermal areas in Iceland. Proceedings of the World Geothermal Congress 2000, Kyushu-Tohuku, Japan, 521-526.

Bogie, Ian, Yudi Indra K. and Merry C. Wisnandary. 2008, Overview of the Wayang Windu geothermal field, West Java, Indonesia, Jurnal Elsevier Geothermics, 37: 347-365.

Grandis, Hendra. 2008. Pemodelan Inversi Geofisika. Jakarta: Badan Meteorologi dan Geofisika

Grant, F.S., and West G.E., 1965, Interpretation Theory in Applied Geophysics. McGraw Hill

Hochstein, M.P., and P.R.L, Browne (2000), Surface Manifestation of Geothermal System with Volcanic Heat Source, in Encyclopedia of Volcanoes.

Hochstein, M. P. and Sudarman, S., 2008, History of Geothermal Exploration in Indonesia from 1970 to 2000, Geothermics 37, P. 220-226.

Kebede, Y., 2001. Application of the resistivity method in the Krísuvík geothermal area, Reykjanes Peninsula, SW-Iceland. UNU, G.T.P., Iceland, report 6 appendices, p. 115-142

Saptadji, N. M., 2003. Diktat Kuliah Teknik Panasbumi. Departemen teknik Perminyakan. Institut Teknologi Bandung

Sudarman, S., R. Pujianto dan B. Budiarjo, 1986, The Gunung Wayang Windu Area in West Java, Procceding Indonesia Petroleum Association.

Rodriguez, O. D, 2001, OCCAM and Bostick 1D Inversion of Magnetotelluric Sounding in Chicxulub Impact Crater, Yucatan, Mexico, Geofisica Internacional. Vol.40, No.4 : 271-283.

Rosid, Syamsu. 2011. Teori Inversi. Geofisika Universitas Indonesia

Roy, K.K., 2008. Potential Theory in Applied Geophysics. New York: Springer Berlin Heidelberg


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.