Degradasi Limbah Zat Warna Direk Dengan Metode Advanced Oxidation Processes (AOPs) Kombinasi H2O2/MnO2 dengan Parameter Uji BOD, COD dan pH

Venitalitya Alethea Sari Augustia, Inggit Dwi Lestari, Maulita Dian Rani

Abstract


ABSTRAK: Metode AOPs (Advanced Oxidation Processes) telah banyak digunakan dan semakin berkembang untuk diaplikasikan pada pengolahan limbah tekstil. Perusahaan tekstil biasanya menggunakan zat warna sintetis dan menghasilkan limbah berwarna yang masih mengandung senyawa organik dan sulit untuk didegradasi. Salah satu zat warna yang paling sering digunakan adalah zat warna direk. Limbah zat warna direk mengandung ikatan azo yang sulit untuk didegradasi sehingga membutuhkan penanganan yang tepat seperti dengan metode AOPs. Proses AOPs untuk mendegradasi zat warna direk pada penelitian ini menggunakan kombinasi larutan H2O2 dengan katalis MnO2. Parameter yang dilakukan antara lain variasi perbandingan volume limbah dengan larutan H2O2 50% yaitu 1:1; 2:1 dan 1:2. Sedangkan massa MnO2 yang digunakan adalah 1 g untuk setiap variasi perbandingan yang dilakukan, yaitu 1 g untuk 250 ml dan 500 ml larutan H2O2. Setelah dilakukan pengujian dengan parameter BOD, COD dan pH diperoleh hasil BOD, COD dan pH terendah pada sampel percobaan dengan variasi 2:1, yaitu sebesar 230 mg/l, 784 mg/l dan 5,26.

Kata Kunci: AOPs; degradasi; H2O2/MnO2; limbah tekstil; zat warna direk

 

ABSTRACT: Advanced Oxidation Processes (AOPs) method has been applied and is growing in number of textile wastewater treatment. Textile industries are commonly using synthetic dyes in the dyeing process and will produce coloured-wastewater that is still contain of organic compound and is hard to be degraded. One of most frequently used synthetic dyes in textile industries is direct dyes. Direct dyes wastewater consists of azo bound whereby difficult to eliminate the colour and the concentration itself, thus an appropriate treatment such as AOPs is considered. The AOPs process to degrade direct dyes wastewater in this research uses a combination of H2O2 with catalyst MnO2. Parameter variation that carried out, are the variation of the ratio of wastewater and H2O2 volume, namely 1:1; 2:1 and 1:2. Whilst the using of mass of catalyst MnO2 is 1 g for each sample variation, namely 1 g for 250 ml and 500 ml H2O2. The results obtained after the BOD, COD and pH tests, are 230 mg/l, 784 mg/l and 5,26 respectively. This result is showed by the sample with variation 2:1 which is delivering the lowest values of BOD, COD and pH amongst the three sample variations mentioned.

Keywords: AOPs; degradation; direct dyes; H2O2/MnO2; textile wastewater

Keywords


AOPs; degradasi; H2O2/MnO2; limbah tekstil; zat warna direk

References


Arif, S., Wardani, S., dan Danar, P., 2014, Studi Pengaruh Penambahan Hidrogen Peroksida (H2O2) terhadap Degradasi Methylene Blue menggunakan Fotokatalisis TiO2-Bentonit, Kimia Student Journal, 2.

Chaudhuri, M., dan Wei, T. Y., 2009, Decolourisation of Reactive Dyes by Modified Photo-Fenton Process Under Irridation with Sunlight, Nature Environment and Pollution Technology: An International Quarterly Scientific Journal, Vol. 8 No. 2; pp. 359-363.

Dwiasi, D.W., Setyaningtyas, T., Riyani, K., dan Sutrisno, A., 2014, Aplikasi Metode Advanced Oxidation Processes untuk Menurunkan Kadar Methyl Orange, Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia VI: 512 ISBN: 979363174-0,4.

Glaze, W.H., Kwang, J.W., dan Chapin, D.H., 1987, The Chemistry of Water Treatment Processes Involving Ozone, Hydrogen Peroxide and Ultraviolet Radiation, Ozone: Science & Engineering, The Journal of the International Ozone Association, Vol.9 No.4, 335-352.

Gottschalk, C., Libra, J., dan Saupe, A., 2000, Ozonation of Water and Wastewater: A Practical Guide to Understanding Ozone and Its Application, WileyeVCH, New York.

Gutowska, A., Kaluzna-Czaplinska, J., dan Jozwiak, W.K., 2007, Degradation Mechanism of Reactive Orange 113 Dye by H2O2/Fe2+ and Ozone in Aqueous Solution, Dyes and Pigments, 74, 41-46.

Imtiyaz, I., Rezagama, A., dan Luvita V., 2016, Pengolahan BOD, COD, TSS dan pH pada Limbah Industri MSG (Monosodium Glutamate) menggunakan Teknologi Advanced Oxidation Processes (O3/H2O2 dan Fenton), Jurnal Teknik Lingkungan, Vol. 5, No. 1.

Krisma, A., 2008, Penyisihan Besi dan Zat Organik dari Air Tanah Menggunakan Ozon (AOP), Institut Teknologi Bandung: Bandung.

Mukaromah, A.H., dan Yusrin, E.M., 2012, Degradasi Zat Warna Rhodamin B secara Advamced Oxidation Processes Metode Fenton Berdasarkan Variasi Konsentrasi H2O2, Seminar Hasil Penelitian, LPPM UNIMUS, ISBN: 978-602-18809-0-6

Muruganandham, M., dan Swaminathan, M., 2006, Advanced Oxidative Decolourisation of Reactive Yellow 14 Azo Dye by UV/TiO2, UV/H2O2, UV/H2O2/Fe2+ Processes ---a comparative study, Separation and Purification Technology, Vol. 48, No. 3, Hal. 297-303.

Poyatos, J.M., dan Torres, J.C., 2010, Advanced Oxidation Processes for Wastewater Treatment: State of the Art, Water Air Soil Pollut, 205: 187-204.

Rezagama, Arya., 2012, Studi Degradasi Senyawa Organik Air LIndi Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti Menggunakan Ozon, Institut Teknologi Bandung: Bandung.

Seran, L.E., 2011, Oksigen Molekuler Sebagai Zat Pengoksidasi, Universitas Negeri Malang: Malang


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Eksergi p-ISSN  1410-394X, e-ISSN 2460-8203,  is published by Chemical Engineering Department, Faculty of Industrial Technology, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

Contact Prodi Teknik Kimia UPN "Veteran" Yogyakarta Jl. SWK 104 (Lingkar Utara) Condong catur Sleman Yogyakarta

 

Creative Commons License
Eksergi by http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/eksergi/index/ is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.