PENGGUNAAN SERBUK ARANG AKTIF BIJI KELOR UNTUK MENURUNKAN KADAR NITRIT DALAM AIR

Ana Hidayati Mukaromah, Rusda Abja, Fandhi Adi Wardoyo

Abstract


Nitrit (NO2-) merupakan senyawa yang dapat mengakibatkan terganggunya proses pengikatan oksigen oleh haemoglobin darah sehingga tubuh menjadi lemas, penglihatan berkurang, mudah lelah, dan terasa kantuk. Salah satu cara untuk menurunkan kadar nitrit dalam air adalah dengan menggunakan arang aktif biji kelor, karena biji kelor mempunyai zat aktif 4-alfa-L-rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi arang aktif biji kelor dengan variasi lama perendaman terhadap penurunan ion nitrit dalam air. Objek penelitian adalah larutan nitrit dengan konsentrasi 10 ppm, kemudian dilakukan perendaman menggunakan arang aktif biji kelor dengan variasi konsentrasi 9; 12; dan 15%b/v dengan variasi lama perendaman 10; 20; dan 30 menit. Penetapan kadar nitrit dilakukan dengan metode spektrofotometri dengan pereaksi gries. Dari hasil penelitian didapatkan panjang gelombang optimum adalah 540nm dan waktu kestabilan 10 menit dengan kadar nitrit awal 4,78 ppm. Penurunan kadar nitrit dalam air yang terendah pada konsentrasi 9%b/v dimenit 10 dimana hasilnya yaitu 3,18 ppm dan kadar nitrit tertinggi pada konsentrasi 15%b/v yaitu 1,1862ppm . Hasil uji statistik ada pengaruh variasi konsentrasi arang aktif biji kelor dengan variasi lama perendaman terhadap penurunan ion nitrit dalam air.

Keywords


Nitrit, Arang Aktif Biji Kelor, Variasi Konsentrasi, Variasi Lama Perendama

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Asmadi, K.H.S.K. 2011. Teknologi Pengolahan Air Minum. Yogyakarta: Penerbit Gosyen Publishing.

Badan Standardisasi Nasional. 2004. Air dan air limbah – Bagian 9: Cara uji nitrit (NO2_N) secara spektrofotometri. SNI 06-6989.9-2004. Standar Nasional Indonesia

Bangun, A.R., Siti, A., Rudi, A.H., M. Yusuf, R., 2013. Pengaruh Kadar Air, Dosis, dan Lama Pengendapan Koagulan Serbuk Biji Kelor Sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu.2.1.

Bhoomika R. G., B B Agrawal, K. G Ramesh dan Anita A. M, 2007. Phyto-pharmacology of Moringa oleifera Lam. An overview. Natural Product Radiance Vol. 6 No.4.

Dahlan, M.H., Siregar, H.P., Yusra, M., 2013. Penggunaan Karbon Aktif dari Biji Kelor dapat Memurnikan Minyak Jelantah. Jurnal Teknik Kimia.19.3.

Departemen Kesehatan RI, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1168/Menkes/Per/X/1999 Tentang Bahan Tambahan Makanan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Efendi, H., 2003. Telaah Kualitas Air. Yogyakarta: Kanisius Yogyakarta.

Fahey, J.W. 2005. Moringa oleifera: A review of the Medical Evidance for Its Nutritional, Therapeutic and Prophylactic Properties. Trees for Life Journal 2005, 1-5.

Fauziah, N, 2009, Pembuatan Arang Aktif Secara Langsung dari Kulit Acacia Mangium Wild dengan Aktivasi Fisika dan Aplikasinya sebagai Adsorben, Skripsi, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Hanafiah, K.A. 2005. Rancangan Percobaan Aplikatif. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Hawab, H. M., 2003, Pengantar Biokimia. Malang: Bayumedia..

Hendra, D. 2007. Pembuatan arang aktif dari limbah pembalakan kayu puspa dengan teknologi produksi skala semi pilot. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 25 (2): 93-107. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Hendra D. dan S. Darmawan. 2007. Sifat arang aktif dari tempurung kemiri. Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 25 No.4 (2007) pp.291–302. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Hidayat, Saleh., 2006, Pemberdayaan Masyarakat Bantaran Sungai Lematang dalam Menurunkan Kekeruhan Air dengan Biji Kelor (Moringa oleifera Lam) sebagai Upaya Pengembangan Proses Penjernihan Air, Disertasi tidak diterbitkan. Malang: Program Studi Setara Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang.

Hord, NG., Tang Y., Bryan NS. 2009. Food sources of nitrates and nitrites: the physiologic context for potential health benefits. the american journal of clinical nutrition, 90,(1), 1-10, Bethesda. USA.

Irmanto, Suyata. 2009. Penurunan Kadar Amonia, Nitrit, dan Nitrat Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Arang Aktif Dari Ampas Kopi. Jurnal Molekul, Vol. 4(2), 105 - 114, Jatyaraga.

Krisnadi, A.D., 2015 . Kelor Super Nutrisi. Pusat Informasi dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia (LSM-MEPELING), Kunduran, Blora, Jawa tengah.

Kurniasih, 2016. Khasiat & Manfaat Daun Kelor. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Lempang, Mody. 2014. Info Tekni EBONI. Pembuatan dan Kegunaan Arang Aktif. 11. 2. 65-80.

Manocha, S. 2003. Porous carbon. Sadhana 28 (l-2): 335-348.

Moore,J. 2007. Kimia For Dummies. Cetakan Pertama Bandung: Pakar Raya.

Muchtadi, Aspek Biokimia dan Gizi Dalam Keamanan Pangan, Hal. 131-137, Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor, Bogor.1989.

Muharto, Kuswytasari ND, Aunurohim. 2007. Biji kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan penyerap untuk menurunkan kadar detergen logam berat serta bakteri dalam air jernih. Laporan Penelitian Hibah Bersaing. Surabaya: Institut Teknologi Surabaya.

Nasir, S., D.F. Soraya dan P. Dewi. 2010. Pemanfaatan Ektrak Biji Kelor (Moringa oleifera) Untuk Pembuatan Bahan Bakar Nabati. Jurnal Teknik Kimia vol 17(3):29-34.

Nugrahayu, Q., & Purnomo, A. 2013. Penurunan Kandungan Zat Kapur Dalam Air Tanah Dengan Menggunakan Filter Media Zeolit Alam Dan Pasir Aktif Menjadi Air Bersih. Jurnal teknik POMITS, 2(2), 122-126.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/MenKes/Per/IX/88. Bahan Tambahan Makanan.

Peraturan Menteri Negara Republik Indonesia Nomor 492-MENKES-PER-IV. (2010). Persyaratan Kualitas Air Minum.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82. 2001. Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Baku Mutu Air Tawar. Perikanan dan Peternakan. http://www.blh.sumutprov.go.id/files /pdf/11 PP RI No.82 Tahun 2001 Pengelolaan Kualitas Air dan pe.pdf

Pratama, KP. 2017. Penurunan Kadar Nitrit (NO2) dalam Air dengan Variasi Konsentrasi Arang Aktif Tempurung Kelapa. Skripsi. Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan. Semarang.

Rambe, AM. 2009. Pemanfaatan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Koagulan Alternatif dalam Proses Penjernihan Limbah Air Industri Tekstil. Universitas Sumatera Utara : Medan.

Rohman,A. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Cetakan Pertama Yogyakarta : Universitas Gajah Mada.

Rosita, Nita. 2014. Analisis Kualitas Air Minum Isi Ulang Beberapa Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di Tangerang Selatan. Jurnal Kimia Valensi. 4(2): 134-141.

Sembiring, M. T. dan T. S. Sinaga. 2003. Arang Aktif (Pengenalan dan Proses Pembuatannya).http://library.usu.ac.id/download/ft/industri-meilita.pdf.

Sembiring, R.P., 2018, Penentuan Kadar Nitrit (NO2) pada Air Minum dalam Kemasan (AMDK) dengan Metode Spektrofotometri Visible di PT. Tirta Sibayakindo Berastagi. Sumatra Utara: Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan.

Siboro, P.A. 2013. Arang Aktif Penyembuh Berbagai Penyakit. Jateng: PT Sibernetika Indonesia.

Sofiana, Rosi. 2018. Pengaruh Konsentrasi Natrium Karbonat (Na2CO3) Sebagai Aktivator Arang Aktif Sekam Padi Terhadap Penurunan Kadar Ion Cr (VI). Semarang : Universitas Muhammadiyah Semarang.

Sugiyono. 2016. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Susana, T., 2003, Air Sebagai Sumber Kehidupan. Oseana.28.3:17-15.

Sutrisno, C.T. 2006. Teknologi Penyediaan Air bersih. Cetakan Keenam. Jakarta: Rineka Cipta.

Widayat,W. Suprihatin dan A. Herlambang. 2010. Penyisihan Ammonia dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Air Baku PDAM-IPA Bojong Renged dengan Proses Biofiltrasi Menggunakan Media Plastik Tipe Sarang Tawon. BPPT. JAI. 6(1):1213.

Winarno, F.G., 2002, Kimia Pangan dan Gizi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Yasril, A.I., 2018. Perbedaan Arang Biji Kelor dan Arang Biji Salak dalam Penurunan Kadar Timbal (Pb) pada Air Limbah. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada.7.1.

Yusrin, Mukaromah AH dan Maharani ETW. 2015. Prosiding Seminar Nasional dan Internasional. Penurunan Kadar Fe dalam Air dengan Biji Kelor. The2n University Research Coloquium ISSN 24079189. Hal 654-658




DOI: https://doi.org/10.31315/e.v17i1.3291

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Eksergi p-ISSN  1410-394X, e-ISSN 2460-8203,  is published by Chemical Engineering Department, Faculty of Industrial Technology, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

Contact Prodi Teknik Kimia UPN "Veteran" Yogyakarta Jl. SWK 104 (Lingkar Utara) Condong catur Sleman Yogyakarta

 

Creative Commons License
Eksergi by http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/eksergi/index/ is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.