Pengaruh Penambahan Aditif Proses Daur Ulang Minyak Pelumas Bekas terhadap Sifat-sifat Fisis

Siswanti Siswanti

Abstract


Peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan industri menyebabkan pemakaian minyak pelumas meningkat, akibatnya jumlah minyak pelumas bekas semakin meningkat. Hal ini jika dibiarkan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Sehingga dengan memanfaatkan kembali minyak pelumas bekas dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan mengurangi konsumsi minyak bumi. Salah satu cara pengolahan minyak pelumas bekas adalah dengan proses daur ulang. Minyak pelumas bekas hasil daur ulang memiliki mutu yang kurang baik, sehingga perlu ditingkatkan mutunya dengan menambahkan zat aditif. Proses daur ulang dilakukan dengan cara menghilangkan zat pengotor yang terkandung dalam minyak pelumas bekas menggunakan asam sulfat pekat kemudian ducuci dengan larutan deterjen dan ditambah CaCl2 sebagai pemecah emulsi. Selanjutnya untuk meningkatkan mutunya ditambah dengan aditif yaitu nitrobenzen dan phenol dengan perbandingan 1 :1 pada suhu 70 oC. Kondisi terbaik yang diperoleh dalam penelitian ini adalah perbandingan aditif dengan minyak pelumas hasil daur ulang 1,5 :1 untuk waktu pemakaian di dalam mesin gergaji kayu selama 6 jam.


Keywords


minyak pelumas bekas; proses daur ulang; aditif; phenol; nitrobenzen.

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: https://doi.org/10.31315/e.v10i2.336

Refbacks




Eksergi p-ISSN  1410-394X, e-ISSN 2460-8203,  is published by Chemical Engineering Department, Faculty of Industrial Technology, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

Contact Prodi Teknik Kimia UPN "Veteran" Yogyakarta Jl. SWK 104 (Lingkar Utara) Condong catur Sleman Yogyakarta

 

Creative Commons License
Eksergi by http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/eksergi/index/ is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.