ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TEH HITAM DI UNIT PRODUKSI PAGILARAN PT. PAGILARAN KETELENG, BLADO, BATANG, JAWA TENGAH

Fitriani Ulpa Azizah, Siti Hamidah, Vandrias Dewantoro

Abstract


Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui proporsi produk teh hitam yang memiliki kualitas rendah di Unit Produksi Pagilaran; (2) menganalisis batas kendali pelaksanaan pengendalian kualitas pada Unit Produksi Pagilaran; (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan produk teh hitam berkualitas rendah di Unit Produksi Pagilaran. Metode penelitian adalah deskriptif dengan metode pelaksanaan adalah studi kasus. Metode penentuan responden metode purposive. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Data dianalisis menggunakan (1) lembar pengecekan; (2) diagram pareto; (3) peta kendali p; (4) diagram sebab akibat. Hasil penelitian diperoleh (1) proporsi produk teh hitam yang memiliki kualitas rendah termasuk pada kategori cukup tinggi, (2) pengendalian kualitas produk teh hitam pada Unit Produksi Pagilaran berada diluar batas kendali. (3) Faktor – faktor yang menyebabkan produk teh hitam memiliki kualitas rendah di Unit Produksi Pagilaran ialah faktor bahan baku, mesin, tenaga kerja, dan lingkungan. 


Full Text:

PDF

References


Anjarsari, I.R.D. (2016). Katekin Teh Indonesia: Prospek dan Manfaatnya. Jurnal Kultivasi. 15(2), 99-106.

Heizer, Jay and Render, Barry. (2017). Manajemen Operasi: Manajemen Keberlang-sungan dan Rantai Pasokan Edisi 11. Jakarta: Salemba Empat.

Johan, M,W. (2005). Pengaruh Tinggi Pangkasan dan Tinggi Jendangan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pucuk Basah pada Tanaman Teh Asal Biji. J. Penelitian Teh dan Kina, 8(1-2), 43-48.

Marimin dan Karmila, E. (2004). Kajian Strategi Peningkatan Kualitas Teh Hitam Orthodoks di PT. Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII Persero) Unit Kebun Gedeh, Kabupaten Cianjur. J.Teknologi Industri Pertanian, 14(1), 6-16.

Mitrowihardjo S. 2012. Kandungan katekin dan hasil pucuk beberapa klon teh (Camelia sinensis (L.) O. Kuntze) unggulan pada ketinggian yang berbeda di kebun Pagilaran. Disertasi Program Studi Pemuliaan Tanaman. Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta.

Montgomery, C. Douglas. (2013). Introduction To Statistical Quality Control Sevent Edition. John Wiley and Sons Inc.Canada

Ongong, J.O., Ochieng, A. (2013). Innovation in the tea industry: the case of kericho tea, Kenya. Global Journal of Management and Business Research, 13(1):11-12.

Parwati, C., I. Sakti, R.,M. (2012). Pengendalian Kualitas Produk Cacat dengan Pendekatan Kaizen dan Analisis Masalah dengan Seven Tools. Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains dan Teknologi Periode III.

Rohdiana D. 2015. Teh: proses, karakteristik dan komponen fungsionalnya. Food Review Indonesia, 10(8): 34–37.

Rosida, D.F., Amalia, D. (2015). Kajian Pengendalian Mutu Teh Hitam Crushing, Tearing, Curling. J.REKAPANGAN, 9(2), 59-73.

RSNI. 2015. Rancangan Revisi SNI 01-1902-1995. Badan Standarisasi Nasional.

Thanoza, H., Silsia, D., Efendi, Z. (2016). Pengaruh Kualitas Pucuk dan Persentase Layu terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik Teh CTC (Crushing Tearing Curling). Jurnal Agroindustri, 6(1), 42-50.

Windhita, A., Supijatno. (2016). Pengelolaan Pemetikan Tanaman Teh (Camellia sinensi (L.) O. Kuntze) di Unit Perkebunan Rumpun Sari Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah. Bul.Agrohorti, 4(2), 223-232.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL DINAMIKA SOSIAL EKONOMI ISSN 1411-593X (print) , ISSN 2721-3137 (online)