GEOLOGI DAN MODEL KONSTRUKSI JALAN HAULING BERDASARKAN HASIL UJI DCP (DYNAMIC CONE PENETROMETER) DAERAH BANJARSARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN ANGSANA, KABUPATEN TANAH BUMBU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Okky Indra Pratama

Abstract



SARI - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian dan untuk mengetahui daya dukung
tanah dalam pembuatan model konstruksi jalan hauling. Secara geografis, daerah penelitian terletak pada koordinat
3°35‟43” LS - 3°38‟52” LS dan 115°42‟46” BT - 115°41‟08” BT. Secara administratif, daerah penelitian terletak pada
daerah Banjarsari dan sekitarnya, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Pada
saat pemetaan geologi dilakukan orientasi medan, pengamatan morfologi, pengamatan singkapan, pengamatan struktur
geologi, dan pengamatan potensi geologi. Tahap analisis dilakukan di studio dan laboratorium. Analisa studio dilakukan
pembuatan peta geologi, peta geomorfologi, peta lintasan, peta pola pengaliran, peta desain fill and cut, penampang
stratigrafi terukur dan pemodelan konstruksi jalan hauling. Analisis laboratorium dilakukan uji geologi teknik yaitu uji
basic properties, atterberg limit dan grain size analysis. Daerah penelitian berdasarkan aspek geomorfologi terbagi
menjadi 2 bentuk lahan yaitu dataran bergelombang dan dataran aluvial. Stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi 3
satuan batuan yaitu satuan batulempung Warukin, satuan batupasir Warukin dan endapan aluvial. Lingkungan
pengendapan batu lempung Warukin dan batupasir Warukin adalah transitional lower delta plain-lower delta plain
pada Kala Miosen Tengah-Miosen Akhir. Nilai rata-rata CBR setiap material telah diketahui maka melakukan korelasi
dengan uji geologi teknik. Berdasarkan uji sieve analysis, lempung kerikilan memiliki nilai CBR yang lebih tinggi dari
lempung pasiran. Berdasarkan uji atterberg limit, semakin tinggi nilai plastisitas menghasilkan ni lai CBR rendah,
demikian juga sebaliknya. Berdasarkan uji basic properties bagian kadar air, semakin tinggi kadar air maka semakin
menurun nilai CBR, demikian juga sebaliknya. Pada bagian berat jenis, semakin tinggi nilai berat jenis maka semakin
meningkat nilai CBR. Berdasarkan uji basic properties dengan mengetahui dry density, semakin tinggi nilai dry density
maka semakin meningkat nilai CBR. Pada saat akan menentukan ketebalan lapisan perkerasan maka perlu mengetahui
beban muatan yang akan melewati jalan tersebut. Rata rata beban muatan sebesar 7.000 kg. Beban muatan dan nilai
CBR setiap lokasi telah diketahui maka dapat menentukan tebal lapisan perkerasan setiap lokasi. Penulis
merekomendasikan adanya penambahan base coarse sesuai dengan grafik korelasi yang telah dibuat atau dengan
melakukan penambahan compaction.

Kata-kata kunci: DCP(Dynamic Cone Penetrometer), CBR(California Bearing Ratio), dry density, back analysis,
sieve analysis, atterberg limit, basic properties, compaction, base coarse, jalan hauling.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.31315/jigp.v3i1.5165

DOI (PDF): https://doi.org/10.31315/jigp.v3i1.5165.g3733

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA