PENGARUH TEMPERATUR DAN HOLDING TIME DALAM PROSES TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIK PIPA LOW CARBON STEEL LOW ALLOY GRADE X65Q

Agris Setiawan, Bayu Yoga Pamungkas

Abstract


Baja adalah logam paduan dengan besi sebagai unsur dasar dan karbon sebagai unsur paduan utamanya. Kandungan karbon dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1% berat sesuai grade-nya. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras. Unsur paduan lain yang biasa ditambahkan selain karbon adalah mangan (manganese), krom (chromium), vanadium, dan nikel. Dengan memvariasikan kandungan karbon dan unsur paduan lainnya, berbagai jenis kualitas baja bisa didapatkan. Penambahan kandungan karbon pada baja dapat meningkatkan kekerasan (hardness) dan kekuatan tariknya (tensile strength), namun di sisi lain membuatnya menjadi getas (brittle) serta menurunkan keuletannya (ductility).Perlakuan panas (Heat Treatment) merupakan suatu proses untuk mengubah struktur mikro melalui proses pemanasan dan pengendalian laju pendinginan dengan atau tanpa mengubah komposisi kimia dari logam yang bertujuan untuk menghasilkan sifat sifat logam yang diinginkan. Perubahan sifat logam akibat perlakuan panas dapat mencakup keseluruhan bagian logam atau hanya sebagian dari logam. Uji Tarik merupakan salah satu Destructive Test (DT) yang digunakan untuk menguji kekuatan (Tensile Strength) suatu material/bahan dengan cara memberikan beban (gaya statis) sejajar dengan sumbunya secara lambat atau cepat. Dari hasil pengujian ini akan didapatkan kurva tegangan-regangan yang menampilkan kekuatan luluh, tegangan tarik maksimal, keuletan, elastisitas, dan elongasi dari specimen tersebut


Keywords


Baja, Heat Treatment, Quenching, Tempering, Tensile Test

References


Alexander, Sriatie Djaprie. 1990. Dasar Metalurgi untuk Rekayasawan. Jakarta : Gramedia

Amstead, B H. dan Djaprie. 1979. Teknologi Mekanik Edisi ke-7. Jakarta : Erlangga

Budiman, Haris. 2016. Analisis Pengujian Tarik (Tensile Test) Pada Baja ST37 Dengan Alat Bantu Ukur Load Cell. Majalengka : Universitas Majalengka

Davis. 1982. Evaluation of Tentantive JI-R Curve Testing Procedure by Round Robin Test of HY130 Steel. Journal of Testing and Evaluation 10, no 6. https://doi.org/10.1520/JTE10263J

Haryadi, Gunawan Dwi. 2006. Pengaruh Suhu Tempering Terhadap Kekerasan, Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Pada Baja K-460. Semarang : UNDIP

Mersilia, Anggun dkk. 2016. Pengaruh Heat Treatment Dengan Variasi Media Quenching Air Garam dan Oli Terhadap Struktur Mikro dan Nilai Kekerasan Baja Pegas Daun AISI 6135. Lampung : LIPIMujiarto, Iman dan Janto, Yoeli. 2018. Peningkatan Nilai Kekerasan Baka C-Mn Dengan Metode Quenching dan Tempering

Rimpung, I Ketut dan Pujihadi, I Gede Okta. 2017. Analisis Perubahan Kekuatan Tarik Baja St 42 Dengan Perlakuan Panas 800oC. Bali : Politeknik Negeri Bali

Schonmetz, Alois Karl Gruber. 1985. Pengetahuan Bahan dan Pengerjaan Logam. Bandung : Aksara

Sumiyanto dan Abdunnaser. 2013. Pengaruh Proses Hardening dan Tempering Terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro pada Baja Karbon Sedang SNCM 447. Jakarta : Institut Sains dan Teknologi Nasional




DOI: https://doi.org/10.31315/jmept.v3i1.6538

DOI (PDF (Bahasa Indonesia)): https://doi.org/10.31315/jmept.v3i1.6538.g4505

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology



Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology indexed by:

 




Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology (JMEPT)



Department of Metallurgical Engineering, UPN "Veteran" Yogyakarta
Metallurgical Research and Development Centre (MRDC)-UPNVY
Gd. Urip Sumohardjo Lt. 2
Jl. Babarsari No. 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281