KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PADI DI KECAMATAN SOKARAJA, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH

Ja'far Shiddiq Ramadhani, Muhamad Kundarto, R Agus Widodo

Abstract


Kecamatan Sokaraja menempati urutan ketiga sebagai Kecamatan yang memiliki potensi lahan yang akan membantu dalam kemandirian melakukan hal tersebut perlu dilakukan analisis kesesuaian lahan sebagai acuan pengembangan lahan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan dan menganalisa kesesuaian lahan untuk tanaman padi di Kecamatan Sokaraja. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Titik sampel ditentukan berdasarkan satuan lahan yang dihasilkan dari overlay peta jenis tanah, peta tata guna lahan dan peta kemiringan lereng menggunakan ArcGIS 10.5. Metode matching digunakan untuk penilaian kesesuaian lahan. Parameter yang diamati meliputi curah hujan, temperatur udara rata-rata, drainase, tekstur, kedalaman tanah, KPK, pH H2O, C-Organik. Hasil penelitian dengan 10 titik sampel menunjukkan kelas kesesuaian lahan untuk tanaman padi adalah S3rc faktor pembatas pada media perakaran dalam hal ini kedalaman tanah, dengan tekstur tanah yang mendominasi adalah lempung liat berdebu (silty clay) dan lempung liat (clay loam) dengan kedalaman tanah antara 30 cm sampai 40 cm, pH di rentang 5 sampai 6 untuk tanaman padi dan tanah serta curah hujan rata-rata pertahun 3.844,53 dengan rata-rata temperatur 26,3oC serta Kapasitas pertukaran kation >16 cmol(+)/kg-1 dengan kandungan c-organik rentang 1,00- 2,00 dan 2,01-3,00 dan kandungan P2O5 yang dominan sangat tinggi termasuk kelas S1 (sangat sesuai). Usulan perbaikan yaitu dapat diperbaiki saat pengolahan tanah dengan menggemburkan atau lebih menghancurkan tanah dan ditambahkan bahan organik.

Keywords


kesesuaian lahan, tanaman padi, metode macthing

Full Text:

PDF

References


Arsyad, S. 1989. Konservasi Tanah dan Air. Bogor : UPT Produksi Media Informasi Lembaga Sumberdaya, IPB. FAO (Food and Agriculture Organization). 1976. A Framework for Land.

Asdak. C, 2002, Hidrologi Dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. 2011. Petunjuk Teknis Untuk Evaluasi Lahan Komoditas Pertanian.

Badan Pusat Statistik."Kabupaten Banyumas Dalam Angka 2017". https://banyumaskab.bps.go.id/publication/2017/09/25/6815cc65c284b919c165da 8b/kecamatan-banyumas-dalam-angka-2017, diakses pada 28 Agustus 2020 pukul 12.23.

FAO (Food and Agriculture Organization). 1976. A Framework for Land Evaluation. FAO Soil Bulletin 52. Soil Resources Management and Conservation Service Land and Water Development Division.

Eviati dan Sulaeman. 2009. Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk. Bogor: Balai Penelitian Tanah

Hanafiah, K.A. 2010. Dasar Dasar Ilmu Tanah. PT Raja Grafindo Persada : Jakarta. Handoko. 1994. Klimatologi Dasar Landasan Pemahaman Fisika Atmosfer dan Unsur-Unsur Iklim. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya

Hardjowigeno, S. 1993. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Jakarta: Akademika Pressindo

Hardjowigeno, S. 1995. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta

Hardjowigeno, S., Widiatmaka. 2001. Evaluasi Lahan Dan Perencanaan Tataguna Lahan. Bogor: IPB Press.

Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo. 296 Halaman Jamulya dn sunarto.1991. Evaluasi Sumberdaya Lahan-Evaluasi Kemampuan Lahan. Yogyakarta: Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.




DOI: https://doi.org/10.31315/jta.v18i1.9472

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Article Metrics

Metrics Loading ...

Metrics powered by PLOS ALM


Jurnal Tanah dan Air ISSN 1411-5719 (print) , ISSN 2655-500X (online)