ANALISIS KESTABILAN LERENG DI PIT PAJAJARAN PT. TAMBANG TONDANO NUSAJAYA SULAWESI UTARA

Arin Chandra Kusuma, Bagus Wiyono, Sudaryanto Sudaryanto

Abstract


PT. Tambang Tondano Nusajaya merupakan perusahaan tambang emas di Kabupaten Minahasa Utara dan Kotamadya Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan penambangan dilakukan dengan membuat lereng berjenjang. Pembuatan lereng di perusahaan tersebut tidak didasarkan pada kajian geoteknik, sehingga geometri lereng dibuat sama setiap pit tanpa memperhatikan perbedaan karakteristik massa batuan. Perlakuan yang sama terhadap geometri lereng dengan mengabaikan karakteristik massa batuan pembentuknya mempunyai tingkat keyakinan terhadap kestabilan lereng yang rendah.

Penelitian dilakukan untuk mengklasifikasikan massa batuan dengan sistem rock mass rating (RMR) dan geological strenght index (GSI). Penelitian ini dilakukan pada dua domain batuan, yaitu massa batuan andesit di lereng barat (SLP 1) dan massa batuan andesit di lereng timur (SLP 2).

Nilai RMR yang didapatkan dari pembobotan lima parameter RMR pada masing-masing lokasi adalah SLP 1 = 55 dan SLP 2 = 73. Nilai GSI merupakan RMR-5 (Hoek and Brown, 2002), sehingga didapatkan nilai GSI pada masing-masing lokasi penelitan adalah SLP 1= 50 dan SLP 2 = 68. Untuk mendapatkan nilai kohesi (c) dan sudut gesek dalam (ϕ) pada massa batuan di lokasi penelitian digunakan pendekatan kriteria keruntuhan Hoek & Brown (2002). Nilai kohesi (c) dan sudut gesek dalam (ϕ) secara berurutan pada masing lokasi penelitian adalah SLP 1 = 98 KPa, 51o dan SLP 2 = 406 KPa, 62o.

Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa lereng desain dengan tinggi 15 m dan kemiringan lereng 60o dalam keadaan stabil baik di SLP 1 maupun SLP 2. Kemiringan dapat dioptimumkan sampai 70o. Lereng aktual SLP 1 dengan tinggi 15 m dan kemiringan lereng 66o dalam keadaan stabil. Begitu pula lereng aktual SLP 2 dengan tinggi 15 m dan kemiringan lereng 69o juga dalam keadaan stabil. Lebar lereng yang diterapkan yaitu sebesar 5 m tidak memenuhi untuk menangkap batu jatuh. Untuk lereng dengan tinggi 15 m dan kemiringan lereng 60o lebar minimum 5,4 m dan untuk lereng dengan tinggi 15 m dan kemiringan lereng 70o lebar minimum sebesar 5,6 m. Lereng keseluruhan di SLP 1 dan SLP 2 dalam keadaan stabil. Kegiatan untuk menunjang kestabilan lereng pada daerah penelitian adalah dengan pemantauan lereng, seperti pemasangan crack meter dan scaling.

Kata Kunci: RMR, GSI, SLP 1, SLP 2, Geometri Lereng.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Jurnal Teknologi Pertambangan by http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/jtp is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats