OPTIMALISASI PRODUKSI FINISHED COAL DENGAN MENGURANGI DOWN TIME PADA CRUSHING PLANT DI PT. TRUBAINDO COAL MINING, MELAK, KAB. KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR

Rendy Julianto William, Dwi Poetranto, Eddy Winarno

Abstract


PT. Trubaindo Coal Mining (PT. TCM) merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Indo Tambangraya Megah Group (ITMG) sebagai perusahaan tambang batubara yang terletak di Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Propinsi Kalimantan Timur. PT. Trubaindo Coal Mining telah mengoperasikan crushing plant sebagai tempat proses peremukan batubara hasil penambangan untuk menghasilkan finished coal.

Berdasarkan data yang didapat dari lapangan, down time pada bulan Januari sampai Maret 2013 (kuartal pertama) yaitu 647,84 jam dengan total produksi finished coal sebesar 1.773.918 ton. Berdasarkan data sampling dari laboratorium masih banyak terdapat batubara yang berukuran lebih dari 50 mm hasil peremuk kedua. Metode yang digunakan untuk mencari faktor – faktor penyebab down time ini dengan menggunakan pemantauan pada proses produksi finished coal dan untuk hasil peremukan kedua dilakukan analisa ukuran produk batubara dari dari data sampling untuk menentukan setting peremuk yang baru.

Dari hasil pengamatan dilapangan maintenance time merupakan down time terbesar yaitu 289,89 jam (44,75%), idle time merupakan down time terbesar kedua yaitu 284,3 jam (43,88%) dan delay time sebesar 73,65 jam (11,37%). Untuk analisa distribusi ukuran batubara hasil peremukan kedua agar tidak terdapat batubara yang berukuran lebih besar dari 50 mm didapatkan setting 21 sampai 38 mm dari hasil analisa 9 data dari 3 kualitas batubara dan masih terdapat perlakuan terhadap finished coal di mine stockyard.

Untuk mengoptimalkan produksi finished coal, dapat dilakukan dengan cara menggunakan setting terbaru untuk peremuk kedua. Setting terbaru antara 21 sampai 38 mm menghasilkan batubara yang lolos screen 50 mm. Perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menerapkan setting 28 mm untuk 3 kualitas batubara. Setting 28 mm ini merupakan nilai yang keluar pada 9 data analisa ukuran produk peremuk kedua dan setting ini tidak menghasilkan batubara dengan ukuran yang lebih besar dari 50 mm. Sedangkan untuk mengurangi down time dapat dilakukan dengan cara pengumpanan secara kontinu, mengurangi waktu perbaikan dikarenakan kerusakan unit, dan mengatasi masalah logam yang masuk ke unit peremuk.

Kata kunci : Crushing Plant, Down time, Finished Coal, Setting


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Jurnal Teknologi Pertambangan by http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/jtp is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats