KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG TERBUKA DI PT MEGUMY INTI ANUGERAH KABUPATEN BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Yudha Krisna Suhendra, Hasywir Thaib Siri, Raden Hariyanto, Yuni Herawati

Abstract


Penelitian dilakukan pada pit X PT. Megumy Inti Anugerah jobsite  PT. Rantaupanjang Utama Bhakti. Pit ini berlokasi di Desa Pegatbukur, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan Penambangan Batubara di PT. Megumy Inti Anugerah menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode strip mine. Sistem penyaliran yang digunakan adalah mine dewatering dan mine drainage. sumber air berasal dari air hujan dan air limpasan dibiarkan mengalir masuk kedalam sumuran, kemudian dikeluarkan dengan cara pemompaan. Saat musim hujan di PT. Megumy Inti Anugerah sering terjadi genangan dan luapan air di lantai dasar tambang dikarenakan volume air hujan dan air limpasan yang masuk kedalam lokasi tambang cukup besar namun volume sumuran tidak cukup untuk menampung air yang masuk serta untuk mengeringkan genangan air tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu adanya kajian terhadap sistem penyaliran tambang yang ada.

Berdasarkan analisis data curah hujan tahun 2004 – 2013, diperoleh curah hujan rencana adalah 93,12 mm/hari, intensitas curah hujan 32,21 mm/jam dengan periode ulang hujan 3 tahun dan resiko hidrologi sebesar 91,22 %. Luas daerah tangkapan hujan pada lokasi penelitian dibagi menjadi empat daerah tangkapan hujan, sebagai berikut : DTH I = 0,22 Km², DTH II = 0,53 Km², DTH III = 0,08 Km² dan DTH IV = 0,34 Km². Debit air limpasan  pada setiap daerah tangkapan hujan sebagai berikut: DTH I = 1,61 m³/detik, DTH II = 4,30 m³/detik, DTH III = 0,66 m³/detik dan DTH IV = 2,41 m³/detik.

Untuk mencegah supaya air tidak masuk ke area penambangan maka di buat saluran terbuka di sekitar bukaan tambang. Kemudian untuk air yang masuk kedalam bukaan tambang pit X di alirkan secara alami kedalam sumuran. Dimensi saluran terbuka adalah sebagai berikut:

Saluran I : (barat Pit X): a = 1,32 m; b = 1,09 m; B = 2,2 m; h = 1,15 m;

d = 0,95 m.

Saluran II : (timur Pit X): a = 0,90 m; b = 0,75 m; B = 1,51 m; h = 0,78 m;

d = 0,65 m.

Saluran III : (selatan Pit X): a = 1,72 m; b = 1,40 m; B = 2,81 m; h = 1,49 m;

d = 1,22 m.

Volume sumuran dihitung berdasarkan jumlah air yang masuk dan debit pemompaan. Sumuran pit X menggunakan 2 pompa Sykes HH160-i dengan debit total 420 m3/jam dan volume sumuran 26259,38 m³ dengan waktu pengeringan sumuran 22 hari. Selanjutnya air pada sumuran dipompa menuju kolam pengendapan. Kolam pengendapan mampu mengendapkan 99,38% dari total padatan tersuspensi yang ada, waktu pengerukan pada kompartmen 1 adalah 64 hari, kompartmen 2 adalah 132 hari dan kompartmen 3 adalah 145 hari.

Kata Kunci: Mine Dewatering, Mine Drainage.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Jurnal Teknologi Pertambangan by http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/jtp is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats