KAJIAN TEKNIS ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP DI PIT UW PT.BORNEO ALAM SEMESTA KECAMATAN JORONG KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Eko Rahmad Hadi, Inmarlinianto Inmarlinianto, Ketut Gunawan

Abstract


PT. Borneo Alam Semesta adalah Perusahaan Kontraktor Tambang Batubara yang berlokasi di Desa Karangrejo, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. PT. Borneo Alam Semesta melakukan kegiatan penambangan batubara dengan menggunakan sistem tambang terbuka (Surface Mining).          

Proses penambangan terdiri dari pembersihan lahan, pembongkaran, pemuatan, pengangkutan serta kegiatan pendukung lainnya. Salah satu kegiatan vital dari seluruh kegiatan penambangan adalah pengangkutan batubara. Hal ini dikarenakan   pada   proses   pengangkutan   akan   besar   pengaruhnya   terhadap produksi. Untuk mengantisipasi waktu yang terbuang saat pengangkutan akibat hambatan-hambatan saat bekerja, maka diperlukan perencanaan pengangkutan setiap harinya untuk memenuhi sasaran produksi.

Dalam kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup, PT. Borneo Alam Semesta menggunakan rangkaian kerja alat gali-muat (backhoe) dan alat angkut (dumptruck) untuk memindahkan material dari loading point ke disposal  dengan sasaran produksi pengupasan lapisan tanah penutup  sebesar 270.000 BCM/bulan, Produksi nyata pengupasan lapisan tanah penutup saat ini hanya 220.007 BCM/bulan, sehingga masih terdapat kekurangan produksi sebesar 49.993 BCM/bulan.

Pencapaian target produksi dilakukan dengan meningkatkan waktu kerja efektif  dengan melakukan pencegahan atau pengurangan terhadap waktu hilang karena  hambatan–hambatan yang terjadi pada kegiatan pemuatan dan pengangkutan, sehingga produksi alat angkut dari 251.852,99 BCM/bulan menjadi 255.444,06 BCM/bulan.. Karena peningkatan waktu kerja efektif tidak mencapai target produksi maka diperlukan penambahan curah, sehingga produksi alat angkut dari 255.444,06 BCM/bulan menjadi 298.018,07 BCM/bulan. Upaya untuk meningkatkan produksi alat angkut ialah dengan melakukan penambahan jam kerja pada alat angkut , sehingga produksi alat angkut dari 255.444,06 BCM/bulan menjadi 270.569,04 BCM/bulan. Upaya untuk meningkatkan produksi alat muat ialah dengan melakukan penambahan jam kerja pada alat muat , sehingga produksi alat muat dari 265.477,47 BCM/bulan menjadi 281.196,53 BCM/bulan.

Kata Kunci : waktu kerja efektif, penambahan curah, jam kerja


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Jurnal Teknologi Pertambangan by http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/jtp is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats