KARAKTERISASI MASSA BATUAN DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG UNTUK EVALUASI RANCANGAN PADA PENAMBANGAN BIJIH EMAS DI DINDING TIMUR PIT ARAREN PT. TAMBANG TONDANO NUSAJAYA SULAWESI UTARA

Pandu Wibawa, Raden Hariyanto, Bagus Wiyono

Abstract


PT. Tambang Tondano Nusajaya (PT.TTN) merupakan perusahaan tambang emas di Kabupaten Minahasa Utara dan Kotamadya Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Sistem penambangan yang diterapkan adalah tambang terbuka dengan metode penambangan open pit. PT. TTN merencanakan untuk membuka pit baru yaitu Pit Araren dengan rancangan lereng keseluruhan berjumlah 16 lereng tunggal, kemeringan lereng keseluruhan 51° dan tinggi lereng keseluruhan  235 m. Rancangan lereng tersebut belum dilakukan analisis geoteknik, oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi rancangan lereng dengan analisis geoteknik. Data untuk melakukan analisis diperoleh dengan melakukan karakterisasi massa batuan pada inti bor hasil pengeboran geoteknik.

 Massa batuan konglomerat termasuk weak rock, memiliki estimasi nilai kuat tekan uniaksial berkisar antara 5-25 MPa dan masuk ke dalam batuan kelas III yaitu fair rock dengan nilai RMR 50. Massa batuan andesit termasuk medium strong rock, memiliki estimasi nilai kuat tekan uniaksial berkisar antara 25-50 MPa dan masuk ke dalam batuan kelas III yaitu fair rock dengan nilai RMR 60. Massa batuan basaltic andesite termasuk strong rock, memiliki estimasi nilai kuat tekan uniaksial berkisar antara 50-100 MPa dan masuk ke dalam batuan kelas II yaitu good rock dengan nilai RMR 64.

Hasil analisis kestabilan lereng keseluruhan desain awal menggunakan metode elemen hingga menghasilkan nilai faktor keamanan sebesar 1,44. Hal ini menunjukan lereng keseluruhan desain awal tidak aman karena memiliki nilai faktor keamanan  < 1,5, sehingga perlu dilakukan rancangan ulang. Perancangan ulang merekomendasikan rancangan lereng keseluruhan dengan jumlah 19 lereng tunggal, kemiringan lereng keseluruhan 44° dan tinggi lereng keseluruhan 236 m. Hasil analisis kestabilan lereng yang direkomendasikan menggunakan metode elemen hingga menghasilkan nilai faktor keamanan sebesar 1,61. Nilai tersebut dinyatakan aman karena memiliki nilai faktor keamanan > 1,5.

Antisipasi pergerakan terhadap lereng sebelum mengalami kelongsoran dilakukan dengan pemantauan secara instrumentasi yaitu penerapan peralatan dan elektronik. Pemantauan yang direkomendasikan adalah pemantauan dengan menggunakan alat instrumentasi ekstensometer.

Kata Kunci : Massa Batuan, Nilai Kuat Tekan Uniaksial, Metode Elemen, Kestabilan Lereng


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Jurnal Teknologi Pertambangan by http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/jtp is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats