Pengaruh Konsentrasi KOH dan Suhu terhadap Adsorpsi Cu pada Limbah Cair Batik dengan Adsorben Bonggol Jagung
Keywords:
corncobs, adsorbent, copper, batik dye waterwaste, atomic absorption spectrophotometerAbstract
In Indonesia, corn is one of the staple foods with a high demand. However, corncobs are still considered as waste with very limited exploitation. This study aims to utilize corncobs as an adsorbent of copper (Cu) in batik dye wastewater which should not more be 2 mg/L when discharged into the enviroment. The analytical method to determine copper concentration was the Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). This research began with the production of corncobs as adsorbent in a furnace at the 350°C for 2 hours. The adsorbent was activated by KOH at various concentrations and was wet destructed by 65% HNO3. The result showed that the highest copper concentration in batik waterwaste was 23.306 ppm at 50°C while the lowest was 4.105 ppm at 75°C. According to KOH concentration, result showed that the highest copper concentration was 10.417 ppm at KOH 0.5 N and the lowest was 0,529 at KOH 2 N. Based on the mathematical analysis this adsorption follows the isotherm model suitable for Cu adsorption is the Freundlich model.
References
Aditya K, Yusnimat, Zultiniar. Penentuan model isoterm adsorpsi ion Cu(II) pada karbon aktif tempurung kelapa. Jom FTEKNIK 2016; 3 (2): 1-6.
Agustina T. Kontaminasi logam berat pada makanan dan dampaknya pada kesehatan. Teknobuga. 2014; 1 (1): 53–65.
Apriani R, Faryuni ID, Wahyuni D. Pengaruh konsentrasi aktivator kalium hidroksida (KOH) terhadap kualitas karbon aktif kulit durian sebagai adsorben logam Fe pada air gambut. Prisma Fisika. 2013; 1 (2): 82–86.
Imelda D, Khanza A, Wulandari D. Pengaruh ukuran partikel dan suhu terhadap penyerapan logam Cu dengan arang aktif dari kulit pisang kepok (Musa paradisiaca formatypica). Jurnal Teknologi. 2019; 6 (2): 107-118.
Ismail SNAS, Rahman WA, Rahim NAA, Masdar ND, Kamal ML. Adsorption of malachite green dye from aqueous solution using corn cob. AIP Conference Proceedings. 2018; 020036: 1-5.
Krim L, Nacer S, Bilango G. Kinetics of chromium sorption on biomass fungi from aqueous solution. American Journal of Environmental Sciences. 2006; 2 (1): 27-32.
Laksono EW. Kajian penggunaan adsorben sebagai alternatif pengolahan limbah zat pewarna tekstil. Prosiding Seminar Nasional Kimia FMIPA UNY. 2009. ISBN 978-979-98117-6-9
Nurfitria N, Febriyantiningrum K, Utomo WP, Nugraheni ZV, Pangastuti DD, Maulida H, Ariyanti FN. Pengaruh konsentrasi aktivator kalium hidroksida (KOH) pada karbon aktif dan waktu kontak terhadap daya adsorpsi logam Pb dalam sampel air kawasan mangrove wonorejo, Surabaya. Akta Kimia Indonesia 2019; 4 (1): 75-85
Pambayun GS, Yulianto RYE, Rachimoellah M, Putri EMM. Pembuatan karbon aktif dari arang tempurung kelapa dengan aktivator ZnCl2 dan Na2CO3 sebagai adsorben untuk mengurangi kadar limbah. Jurnal Teknik Pomits 2013; 2 (1): 116-120.
Slamet A, Masduqi A. Modul Ajar Satuan Proses. FSTP Teknik Lingkungan ITS : Surabaya. 2000.
Sumarni. Adsorpsi zat warna dan zat padat tersuspensi dalam limbah cair batik. Prosiding Seminar Nasional Apikasi Sainsdan Teknologi (SNAST). 2012: 263-269
Yuningsih LM, Mulyadi D, Kurnia AJ. Pengaruh aktivasi arang aktif dari tongkol jagung dan tempurung kelapa terhadap luas permukaan dan daya jerap iodin. Jurnal Kimia VALENSI 2016; 2 (1): 30–34.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).