Pemanfaatan Serat Buah Kelapa Sawit menjadi Bioetanol dengan Variabel Konsentrasi H2SO4 pada Proses Hidrolisis

Adrianto Ahmad, Idral Amri, Wida Sri Wani

Abstract


Bioethanol has been widely used in transportation as a fuel that is increasingly reduced. Palm fruit fiber has a high enough potential to be developed into an alternative energy source, namely bioethanol because of its high lignocellulosic content. The purpose of this study was to determine the composition of sulfuric acid in the hydrolysis process, determine the initial sugar composition of the bioethanol produced, and determine the optimal processing time for the formation of bioethanol in the Hydrolysis and Separate Fermentation (SHF) method. The stages in this study were the hydrolysis of palm fruit  fiber using H2SO4 with variations of 1M, 2M, and 3M for 3 hours at 100 oC. The fermentation process is carried out with variations in time for 24 hours, 48 hours, 72 hours, 96 hours and 120 hours. The results showed that in the hydrolysis process the optimum H2SO4 concentration of 3M produced a sugar concentration of 87.83 gr/L. The fermentation process obtained an optimal fermentation time of 96 hours with a bioethanol concentration of 31.57 g / L. The greater the initial concentration and the longer time fermentation, the more bioethanol is obtained at optimal times

Keywords


Bioethanol, fermentation, hydrolysis, palm fruit fiber

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Agustini L, Efiyanti, L. Pengaruh perlakuan delignifikasi terhadap hidrolisis selulosa dan produksi etanol dari limbah berlignoselulosa. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 2015; 33 (1): 69-80.

Akbar MA. Pengaruh kecepatan pengadukan pada pembuatan bioetanol dari pelepah sawit menggunakan saccharomyces cerevisiae. Universitas Riau. Pekanbaru. Skripsi. 2015

Anita M. Fermentasi biji nangka untuk produksi bioetanol oleh saccharomyces cerevisiae. Universitas Brawijaya. Skripsi. 2012.

Arianie L, Idiawati N. Penentuan kadar lignin dan kadar glukosa dalam hidrolisis organosolv dan hidrolisis asam. FMIPA Universitas Tanjungpura, Pontianak. 2011

Azizah N, Al-baari AN, Mulyani S. Pengaruh lama fermentasi terhadap kadar alkohol, pH dan produksi gas pada proses fermentasi bioetanol dari whey dengan substitusi kulit nanas. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan 2012; 1 (2): 72-77.

BPS. Statisktik Kelapa Sawit Indonesia. Badan Pusat Statistik Indonesia. 2017.

Dreywood R. Qualitative test for carbohydrate material. Journal Industrial & Engineering Chemistry Analytical Edition 1946; 18: 499-499.

Firmanto. Pengaruh waktu inokulasi inokulum dalam pembuatan bioetanol dari limbah serabut buah sawit. Universitas Riau. Pekanbaru. Skripsi. 2014.

Jannah AM, Aziz T. Pemanfaatan sabut kelapa menjadi bioetanol dengan proses delignifikasi acid-pretreatment. Jurnal Teknik Kimia 2017; 23 (4): 245–251.

Jeckson E. Pengaruh laju pengadukan dalam pembuatan bioetanol dari limbah serabut buah sawit menggunakan saccharomyces cerevisiae. Univevrsitas Riau. Pekanbaru. Skripsi. 2014.

Koehler LH. Differentiation of carbohydrates by anthrone reaction rate and color intensity. Journal Analytical Chemistry 1952; 24: 1576-1579.

Kusumaningati MA, Nurhatika S, Muhibuddin A. Pengaruh konsentrasi inokulum bakteri zymomonas mobilis dan lama fermentasi pada produksi etanol dari sampah pasar sayur dan buah pasar Wonokromo Surabaya. Jurnal sains dan seni POMITS 2013; 2 (2): E-218-E-223. 2337-3520

Maurice ML. Factors effecting ethanol fermentation via simultaneous saccharrification and fermentation. Worcester Polytechnic Institute. 2011.

Mukti LN, Aryani W. Pengaruh waktu fermentasi dan jumlah ragi terhadap persentase hasil dalam pembuatan bioetanol dari buah talok (kersen) menggunakan ragi tape dan ragi roti (saccharomyces cerevisiae). Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. 2016.

Ni’mah L, Ardianto A, Zainudin M. Pembuatan bioetanol dari limbah serat kelapa sawit melalui proses pretreatment, hidrolisis asam dan fermentasi menggunakan ragi tape. Info Teknik 2015; 16 (2): 227–242.

Ni’mah L, Ghofur A, Samlawi AK. Pemanfaatan serat kelapa sawit untuk pembuatan gasohol (premium-bioetanol) dengan pretreatment lignocelulotic material dan fermentasi dengan menggunakan ragi tape dan NPK. Prosiding Seminar Lahan Basah Jilid 2 2016; ISBN: 978-602-6483034-5, 647–653.

Nigam PS, Singh A. Production of liquid biofuels from renewable resources. Progress in Energy and Combustion Science 2011; 37: 52–68.

Rahayu WP, Nurwitri CC. Mikrobiologi Pangan. Bogor: IPB Press. 2012

Riadi L. Teknologi Fermentasi. Yogyakarta: Graham Ilmu. 2007.

Susanto JP, Santoso AD, Suwendi N. Perhitungan potensi limbah pabrik kelapa sawit untuk sumber energi terbaharukan dengan metode LCA. Jurnal Teknologi Lingkungan 2017; 18 (2): 165-172.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.