Penurunan Kadar Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Dalam Air Tanah dengan Metode Aerasi Conventional Cascadedan Aerasi Vertical Buffle Channel Cascade

Sri Hastutiningrum

Abstract


Air yang memiliki kandungan Fe dan Mn tinggi bukan berarti tidak dapat dimanfaatkan karena air tersebut dapat diolah terlebih dahulu dengan memanfaatkan teknologi baik teknologi canggih maupun teknologi yang sederhana. Teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk pengolahan air dengan kadar Fe dan Mn tinggi adalah aerasi. Aerasi merupakan proses penambahan oksigen ke dalam air sehingga dapat menimbulkan reaksi oksidasi Fe dan Mn yang kemudianakan menyebabkan endapan Fe(OH) 3dan MnO2. Karena Fe dan Mn telah teroksidasi maka kadarnya dalam air akan berkurang. Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui perbandingan efektivitas keduanya dalam menurunkan kadar Fe dan Mn dalam air. Penelitian diawali dengan pembuatan unitaerator, yaitu aerator cascade konvensional dan aerator cascade buffle channel vertikal. Aerator dirancang untuk proses aerasi dengan variasi debit 21 mL/det samapai dengan 134 mL/det serta variasi lamaaerasi 10 hingga 50 menit. Sampel air tanah yang diperlukan untuk setiap variasi debit adalah 20 liter. Setiap proses aerasi dilakukan selama 30 menit, sehingga air yang telah turun melewati step cascadeakan dipompa menuju water torn kembali. Langkah tersebut dilakukan selama 30 menit. Setelah proses aerasi selesai, air yang berada di bak penampungan dimasukkan sebagian ke dalam gelas ukur untuk diamati lama pengendapannya. Selanjutnya, sebagian air hasil aerasi diendapkan dan kemudian diperiksa pH, suhu, kadar DO, Fe dan Mn-nya. Langkah tersebut dilakukan untuk semua variasi debit pada kedua unitaerator. Hasil pemeriksaan kadar Fe dan Mn akan menunjukkan debit optimum. Hasil pemeriksaan DO digunakan untuk menghitung konsentrasi oksigen yang bereaksi dengan Fe dan Mn. Kemudian debit optimum digunakan untuk aerasi dengan variasi lama aerasi 10 menit, 20 menit, 30 menit, 40 menit, dan 50 menit. Setelah proses aerasi selesai, air yang berada di bak penampungan dimasukkan sebagian ke dalam gelas ukur untuk diamati lama pengendapannya. Sebagian air hasil aerasi diendapkan dan kemudian diperiksa pH, suhu, kadar DO, Fe dan Mn-nya. Langkah tersebut dilakukan untuk semua variasi waktu pada kedua unit aerator. Hasil pemeriksaan kadar Fe dan Mn akan menunjukkan lama aerasi optimum. Hasil pemeriksaan DO digunakan untuk menghitung konsentrasi oksigen yang bereaksi dengan Fe dan Mn serta koefisien transfer oksigen (KLa). Hasil Pengujian Fe dan Mn pada Aerasi Conventional Cascade Variasi Debit diperoleh debit optimal pada 84 mL/det mengalami efektivitas penurunan sebesar Fe 95,1 % dan Mn 16,58 %. Hasil Pengujian Fe dan Mn pada Aerasi Vertical Buffle Channel Cascade VariasiDebit diperoleh debit optimal pada 56 mL/det mengalami efektivitas penurunan sebesar Fe 94,29 % dan Mn 23,18 %.

Keywords


aerasi; aerator cascade konvensional; aerator cascade buffle channel vertical

Full Text:

PDF (Indonesian)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.