Konservasi Kawasan Geosite Berbasis Ketahanan Lingkungan dan Kelembagaan

Dimas Aryo Wibowo, Eko Puswanto, Ahmad S. Manshur, Puguh Dwi Raharjo, Mohammad Al ‘Afif1, Sueno Winduhutomo

Sari


Keanekaragaman warisan geologi, hayati, dan keragaman budaya Kabupaten Kebumen menjadi dasar penetapan wilayah ini menjadi salah satu geopark nasional. Delineasi Kawasan Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong meliputi Kawasan Karangsambung, Kawasan Sempor, dan Kawasan Karst Gombong Selatan. Penelitian ini menggunakan metode observasi ketahanan lingkungan dan kelembagaan secara deskriptif kualitatif di sekitar kawasan geosite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan geosite yang berada bersebelahan dengan DAS Luk Ulo menunjukkan kerentanan lingkungan yang signifikan. Aktivitas penambangan berdampak sistemik terhadap konservasi geosite dan kerusakan ekosistem, terutama kelestarian sumberdaya air. Pembatasan aktivitas eksploitasi penambangan di sekitar kawasan geosite membutuhkan peran aktif kelembagaan, khususnya Pokdarwis. Kelembagaan yang kondusif perlu melakukan pengembangan geopark berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip konservasi, edukasi, dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat secara berkelanjutan yang bersinergi dengan pihak-pihak terkait Penguatan konsep pengembangan kawasan geopark terhadap Pokdarwis dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip konservasi lingkungan dan edukasi perlindungan warisan geologi (geoheritage) menjadi mutlak diperlukan.

 

Kata Kunci : geopark, geosite, lingkungan, konservasi, kelembagaan.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. 2018. Dossier GEOPARK Karangsambung Karangbolong. Pemerintah Kabupaten Kebumen. Provinsi Jawa Tengah. Tidak dipublikasikan.

Irma, W., Gunawan, T., Suratman., 2018, Pengaruh Konversi Lahan Gambut Terhadap Ketahanan Lingkungan di DAS Kampar Provinsi Riau Sumatera, Jurnal Ketahanan Nasional, Vol 24, No 2, h. 170 – 191.

Fauzi, A, 2004, Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Teori dan Aplikasi. PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Komoo, Ibrahim. Asia Pacific Geoheritage and Geoparks Network (APGGN).

Lemhannas, 2000, Ketahanan Nasional, Jakarta: Balai Pustaka.

Puswanto, E., Raharjo, P.D., Widiyanto, K., 2014, Identifikasi kerusakan Das Luk Ulo dan upaya pemberdayaan masyarakat (studi kasus : Karangsambung, Kabupaten Kebumen), Prosiding Seminar Nasional Kebumian ke-7 Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.

Raharjo, P.D., 2010. Teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Untuk

Identifikasi Potensi Kekeringan. Makara, Teknologi, Vol 14, No 2, h. 97 – 105.

Setyadi, D. A., 2012. Studi Komparasi Pengelolaan Geopark di Dunia untuk Pengembangan Pengelolaan Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, Vol. 8(4): 392 – 402.

Triastianti, R.D., Nasirudin, Sukirno, Warsiyah, 2017, Konservasi Sumber Daya Air dan Lingkungan Melalui Kearifan Lokal di Desa Margodadi Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Jurnal Kawistara, Vol. 7, hal. 207-314.

Widiyanto, K., Puswanto, E., Raharjo, P.D., Winduhutomo, S., 2013, Dampak Aktivitas

Penambangan Pasir di Sungai Luk Ulo Terhadap Air Tanah Dangkal di Pesanggrahan

Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian

Puslit Geoteknologi-LIPI, 406, h. 307-336.




DOI: https://doi.org/10.31315/psb.v2i1.4446

DOI (PDF): https://doi.org/10.31315/psb.v2i1.4446.g3254

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

ISSN (Online): 2986-4062

This Journal indexed to : 

DESKRIPSI GAMBAR