Penentuan Kualitas Airtanah dengan Metode Diagram Piper Kloosterman di Desa Kulwaru, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta

Foundry Giovani, Rr. Dina Asrifah, Johan Danu Prasetya

Sari


Keberadaan airtanah di Desa Kulwaru, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta berhubungan mengenai genesa atau pembentukan airtanah. Sumber airtanah maupun air  bersih berasal dari sumur gali, sumur bor, dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Beberapa sumur pada daerah penelitian bersifat airtanah payau yang merupakan campuran antara air tawar dengan air asin. Tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh bentuklahan dan penggunaan metode Diagram Piper Kloosterman dalam penentuan genesa airtanah. Metode yang digunakan adalah metode survei dan pemetaan lapangan, metode purposive sampling, dan metode analisis laboratorium. Genesa airtanah menggunakan analisis data bor dan referensi mengenai proses bentuklahan yang memberi pengaruh terhadap pembentukan airtanah. Parameter-parameter kimia airtanah yang merupakan kation dan anion dilakukan plotting pada Diagram Piper Kloosterman. Genesa airtanah di daerah penelitian disebabkan air konat atau air fosil. Air konat atau air fosil disebabkan perubahan iklim purba pada Kala Plistosen yang menyebabkan daerah penelitian yang dulunya merupakan laguna mengering dan meninggalkan kristal-kristal garam dan sedimen marin pada dasar laguna. Hasil plotting Diagram Piper Kloosterman genesa sampel LP 03, LP 12, dan LP 13 adalah air sulfat. Sedangkan genesa sampel LP 10, LP 23, dan LP 24 adalah air fosil.

 

Kata Kunci: Airtanah; Diagram Piper Kloosterman; Genesa Airtanah


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ariyanti, D., dan Widiasa, I.N., 2011, Aplikasi Teknologi Reverse Osmosis untuk Pemurnian Air Skala Rumah Tangga Jurnal TEKNIK Universitas Diponegoro Volume 32 Nomor 3 Tahun 2011 hal 193 – 198.

Edwin, T., Andhita R., dan Dibba F., 2016, Indikasi Intrusi Air Laut dari Konduktivitas Air Tanah Dangkal di Kecamatan Padang Utara, Seminar Nasional Sains dan Teknologi Lingkungan II, Padang.

Effendi, H., 2003, Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan, Kanisius, Yogyakarta.

Indarto, 2010, Hidrologi Dasar Teori dan Contoh Aplikasi Model Hidrologi, Bumi Aksara, Jember.

Ismidasi, S.C., 1989, Studi Airtanah dengan Memanfaatkan Teknik Geolistrik di Dataran Aluvial Pantai antara Sungai Serang dan Sungai Progo, Penelitian Ilmiah Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Kusumayudha, S.B. dan Sutedjo, B.H.S., 2008, Proses-Proses Hidrogeologi, Wimaya Press UPN “Veteran” Yogyakarta, Yogyakarta.

Santosa, L.W., 2010, Pengaruh Genesis Bentuklahan Terhadap Hidrostratigrafi Akuifer dan Hidrogeokimia dalam Evolusi Airtanah Bebas Kasus pada Bentanglahan Kepesisiran Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Disertasi, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Santosa, L.W., 2012, Hidrostratigrafi Akuifer sebagai Geoindikator Genesis Bentuklahan di Wilayah Kepesisiran Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Forum Geografi Volume 26 Nomor 2 Desember 2012 hal 160 – 177.

Todd, D. K., 2005, Groundwater Hydrology Third Edition, John Wiley and Sons Inc, New York.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Air




DOI: https://doi.org/10.31315/psb.v2i1.4462

DOI (PDF): https://doi.org/10.31315/psb.v2i1.4462.g3268

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

ISSN (Online): 2986-4062

This Journal indexed to : 

DESKRIPSI GAMBAR