IMPLEMENTASI PROTOKOL SECRET SPLITTING DENGAN FUNGSI HASH BERBASIS LATTICE PADA NOTARIS DIGITAL

Wahyu Indah Rahmawati, Sandromedo Christa Nugroho

Abstract


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di era globalisasi mendorong perubahan pada         aspek-aspek kehidupan dan cara hidup manusia. Salah satunya adalah Notaris selaku pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta otentik. Akta dan surat yang dibuat oleh Notaris nantinya dalam bentuk dokumen elektronik sebagai dokumen resmi bersifat otentik memerlukan pengamanan baik terhadap akta itu sendiri maupun terhadap isinya untuk mencegah penyalahgunaan secara tidak bertanggung jawab. Salah satu solusi untuk mengamankan informasi rahasia tersebut adalah dengan menggunakan protokol kriptografi. Pada penelitian ini akan mengimplementasikan Protokol Secret Splitting yang telah dimodifikasi pada notaris digital yang dikhususkan untuk mengatasi permasalahan warisan. Modifikasi yang dilakukan yaitu dengan menggunakan fungsi hash LASH, dimana algoritma ini merupakan salah satu jenis algoritma fungsi hash berbasis lattice. Adapun simulasi yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman MATLAB. Protokol yang dirancang memiliki beberapa aspek-aspek keamanan, diantaranya yaitu surat wasiat hanya dapat dibacakan jika telah dihadiri oleh seluruh Ahli Waris dan Notaris dapat memastikan keotentikan setiap Ahli Waris. Oleh karena itu, Protokol Secret Splitting dapat dimanfaatkan pada jasa pelayanan notaris digital dalam hal menjamin setiap entitas (yang sah) memiliki kontribusi dalam merekonstruksi pesan asli.

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Desiani, Anita & Arhami, Muhammad. 2005. Pemrograman MATLAB : Andi. Yogyakarta.

Page.,D. Embedded Implementation of LASH. University of Bristol. United Kingdom.

Schneier, Bruce. 1996. Applied Cryptography : Protocol, Algorithms and Source Code in C, John Willey & Sons, Inc.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris (UUJN)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.