Zonasi Kerentanan Tanah Longsor dan Validasi dengan Metode Frequency Ratio Daerah Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah

Authors

  • Muhammad Rizqy Bayu Waskita Teknik Geologi, UPN Veteran Yogyakarta
  • Puji Pratiknyo Teknik Geologi, UPN Veteran Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31315/jmel.v9i1.14696

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana alam yang sulit diprediksi kapan serta di mana akan terjadi, sehingga sering menimbulkan kerugian. Daerah Donorejo dan sekitarnya, telah tercatat sebanyak 92 kejadian tanah longsor sepanjang tahun 2024 (BPBD DIY, 2024). Penyebab utama tanah longsor di daerah tersebut adalah curah hujan yang tinggi, terutama pada musim hujan. Untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan, dilakukan pemetaan kerentanan tanah longsor dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Salah satu metode yang digunakan adalah metode frequency ratio, yaitu metode yang menganalisis hubungan antara kejadian tanah longsor dengan parameter pengontrolnya. Metode ini diterapkan menggunakan sistem informasi geografis (GIS) serta beberapa data seperti peta geologi dan lainnya. Data tersebut digunakan untuk memetakan parameter seperti jenis batuan, buffer sungai dan struktur, tata guna lahan, kemiringan lereng, dan stream density. Seluruh parameter diubah ke format raster 30x30 meter dan di-overlay untuk menghasilkan nilai Landslide Hazard Index (LHI), yang diklasifikasikan ke dalam lima zona kerentanan: tidak rentan, sedikit rentan, cukup rentan, rentan, dan sangat rentan. Hasil analisis menunjukkan bahwa satuan batuan memberikan pengaruh paling besar terhadap model. Model ini kemudian dievaluasi dengan metode AUC, menghasilkan nilai akurasi sebesar 76,9%, yang menunjukkan bahwa model ini cukup efektif untuk mitigasi bencana longsor di wilayah penelitian

References

Arsjad, A.B. (2012). Informasi Geospasial Daerah Rawan Longsor Sebagai Bahan Masukan Dalam Perencanaan Tata Ruang Wilayah. Cibinong : Globe Volume 14. No.1 Juni 2012.

Badan Standarisasi Nasional. (2016). Penyusunan dan Penentuan Zona Kerentanan Gerakan Tanah SNI 8291:2016. Jakarta.

Barredo, J. I., Benavides, A., Hervás, J., and Van Westen, C. J. (2000): Comparing heuristic landslide hazard assessment techniques using GIS in the Tirajana basin, Gran Canaria Island, Spain,International Journal of Applied Earth Observation and Geoinformation, 2000(1), 9–23.

ESRI. (2010). Natural Breaks (Jenks). http://resources.esri.com/help/9.3/arcgisdesktop/com/gptoolref/Environment Settings/natural_breaks.htm diakses pada tanggal 20 Januari 2025.

ESRI. (2019). Cell Size. http://resources.esri.com/help/9.3/arcgisdesktop/com/gptoolref/EnvironmentSettings/cell size.htm diakses pada tanggal 20 Januari 2025.

Gulbet, E., & Getahun, B. (2024). Landslide susceptibility mapping using frequency ratio and analytical hierarchy process method in Awabel Woreda, Ethiopia. Quaternary Science Advances, 16, 100246

Karnawati, D. (2005): Bencana Alam Gerakan Massa Tanah di Indonesia dan Upaya Penanggulangannya. Jurusan Teknik Geologi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Lee, S., J. Choi, and K. Min, (2004), Probabilistic landslide hazard mapping using GIS and remote sensing data at Boun, Korea. International Journal of Remote Sensing, 25(11), 2037-2052

Lee S and Min K (2001) Statistical analysis of landslide susceptibility at Yongin, Korea. Environ Geol 40:1095-1113

Lee S, Chwae U and Min K (2002) Landslide susceptibility mapping by correlation between topography and geological structure: the Janghung area, Korea. Geomorphology 46:49-162

Nugroho, D. D., & Nugroho, H. (2020). Analisis Kerentanan Tanah Longsor Menggunakan Metode Frequency Ratio di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Geoid, 16(1), 8-18

Nusantara, Y. P., & Setianto, A. (2015, October). Pemetaan Bahaya Tanah Longsor dengan Metode Frequency Ratio di Kecamatan Piyungan dan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. In PROCEEDING, SEMINAR NASIONAL KEBUMIAN KE-8 Academia-Industry Linkage 15-16 OKTOBER 2015; GRHA SABHA PRAMANA. Departmen Teknik Geologi.

Rahardjo, W. Sukandarrumidi, & Rosidi, HMS (2012), Peta Geologi Lembar Yogyakarta skala 1: 100.000. Direktorat Geologi, Bandung

Remondo J, Gonzalez A, Diaz de Teran JR, Cendrero A, Fabbri AG and Chung CJF (2003) Validation of landslide susceptibility maps: examples and applications from a case study in Northern Spain. Nat Hazards 30:437-449

Tien Bui, D. (2011). Landslide Suspectibility Analysis in the Hoa Binh Province of Vietnam Using Statistical Index and Logistic Regression. Nat. Hazards.

Downloads

Published

2025-06-28