Analisis Nilai Tambah dan Efisiensi Produk Olahan Minuman Jahe Instan pada UMKM Ngombe Jamu Indonesia di Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta

Authors

  • Vivit Khotimatun Nisa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
  • Budiarto Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31315/agrisociabus.v5i1.17018

Keywords:

Analisis SOAR, Peta Jalan, Revitalisasi

Abstract

Jahe segar mudah rusak dan memiliki masa simpan yang singkat, sehingga sering menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani maupun pelaku usaha. Pengolahan jahe menjadi minuman instan menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut karena dapat memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai ekonomi produk. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui besarnya nilai tambah produk minuman jahe instan, (2) mengetahui besarnya keuntungan yang diperoleh dari produk minuman jahe instan, dan (3) mengetahui tingkat efisiensi usaha minuman jahe instan pada UMKM Ngombe Jamu Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan lokasi penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode Hayami untuk menghitung nilai tambah, rumus π = TR – TC untuk menghitung keuntungan, dan Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) untuk mengukur efisiensi usaha, berdasarkan data produksi bulan Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Minuman Jahe Sereh Instan memiliki nilai tambah sebesar Rp365.206,23 per kilogram dengan rasio nilai tambah 71%, sedangkan Minuman Jahe Latte Instan memiliki nilai tambah sebesar Rp238.969,90 per kilogram dengan rasio nilai tambah 62%. Kedua produk tergolong memiliki nilai tambah yang tinggi. Keuntungan yang diperoleh setiap bulan sebesar Rp2.547.312,65 untuk Minuman Jahe Sereh Instan dan Rp520.756,65 untuk Minuman Jahe Latte Instan. Nilai B/C Ratio masing-masing sebesar 0,44 dan 0,27, yang berarti kedua produk layak untuk dijalankan karena nilai B/C Ratio-nya lebih besar dari nol.

References

Ahnafani, M. N., Nasiroh, N., Aulia, N., Lestrari, N. L. M., Ngongo, M., & Hakim, A. R. (2024). Jahe (Zingiber officinale): Tinjauan Fitokimia, Farmakologi, dan Toksikologi. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11(10), 1992-1998.

Chittaragi, A., Nidoni, U., Manjunatha, M., & Hiregoudar, S. (2022). Storage Behavior and Quality Changes in Fresh Ginger (Zingiber officinale Roscoe) Under Different Storage Conditions. Journal of Food Science and Technology, 59(4), 1256–1264.

Gumilar, R. (2020). Analisis Pendapatan dan Keuntungan Usaha Agroindustri. Jurnal Agribisnis Indonesia, 8(2), 101–110.

Hayami, Y., Kawagoe, T., Morooka, Y., & Siregar, M. (1987). Agricultural Marketing and Processing in Upland Java: A Perspective from a Sunda Village. CGPRT Center.

Husniar, Sabahannur, S., & Rasyid, R. (2023). Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Wedang Jahe Studi Kasus Usaha Amplang Azzahra. Jurnal Ilmiah Agribisnia, 6(1), 47-54.

Kasmir, & Jakfar. (2012). Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Revisi. Prenademedia group.

Nuzuliyah. (2018). Analisis Kelayakan Usaha Agroindustri Skala Kecil. Jurnal Agribisnis, 7(1), 20-32.

Santi, E. N., & Wahyudi, E. (2021). Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Jahe Merah pada Skala Usaha Kecil. Jurnal Agribisnis, 11(1), 32-46.

Soekartawi. (2024). Analisis Usaha Tani. Universitas Indonesia Press.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Downloads

Published

2026-08-19

How to Cite

Nisa, V. K., & Budiarto. (2026). Analisis Nilai Tambah dan Efisiensi Produk Olahan Minuman Jahe Instan pada UMKM Ngombe Jamu Indonesia di Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta . Journal of Agricultural Social and Business, 5(1), 21–32. https://doi.org/10.31315/agrisociabus.v5i1.17018