Pelaksanaan Awal Program Cetak Sawah Rakyat sebagai Arena Sosial: Aktor, Pengetahuan, dan Partisipasi Petani di Desa Sribandung
DOI:
https://doi.org/10.31315/agrisociabus.v5i1.17066Keywords:
Partisipasi Petani, Pengetahuan Lokal, Cetak Sawah Rakyat, Pembangunan Pedesaan, Arena SosialAbstract
Program Cetak Sawah Rakyat tidak hanya merupakan kegiatan teknis pembukaan lahan, tetapi juga proses sosial yang mempertemukan pemerintah, tim teknis, pemerintah desa, penyuluh, kelompok tani, pemilik lahan, dan calon penggarap. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan awal program sebagai arena sosial, pertemuan pengetahuan, dan ruang partisipasi petani di Desa Sribandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan pendekatan berorientasi aktor Norman Long dan tangga partisipasi Arnstein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan teknis mengenai kelayakan lahan bertemu dengan pengetahuan lokal mengenai sungai, banjir, kekeringan, dan sejarah usaha tani. Petani aktif menyampaikan informasi dan aspirasi, tetapi kewenangan keputusan masih didominasi pelaksana program. Partisipasi petani berada pada tingkat informasi dan konsultasi, belum mencapai tingkatan kemitraan.
References
Arnstein, S. R. (1969). A Ladder of Citizen Participation. Journal of the American Planning Association, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225.
Baxter, P., & Jack, S. (2008). Qualitative Case Study Methodology: Study Design and Implementation for Novice Researchers. The Qualitative Report, 13(4), 544-559. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2008.1573.
Cornwall, A. (2008). Unpacking “Participation” Models, meanings and practices. Community Development Journal, 43(3), 269–283. https://doi.org/10.1093/cdj/bsn010.
Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. (2024). 63.6-Petunjuk-Teknis-Cetak-Sawah-TA-2025. In Petunjuk Teknis Cetak Sawah Tahun 2025. Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.
Hebinck, P., Den Ouden, J., & Verschoor, G. (1997). Past, Present and Future: Long’s Actor-Oriented Approach at the Interface. Resonances and Dissonances in Development: Actors, networks and cultural repertoires, 1-19. https://edepot.wur.nl/361020.
Hebinck, P., den Ouden, J., & Verschoor, G. (2001). Past, Present and Future: Long’s Actor-Oriented Approach at the Interface. Resonances and Dissonances in Development: Actors, Networks and Cultural Repertoires, 1-19.
Landini, F. P., Long, N. E., Leeuwis, C., & Murtagh, S. (2014). Theoretical Guidelines for a Psychology of Rural Development. Cuadernos de Desarrollo Rural, 11(74), 125–147.
Batu, V. N. L. (2026). Respon Petani terhadap Program Cetak Sawah Rakyat: Studi kasus Desa Sribandung, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Skripsi. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.
Mustapa, L. A., Purnamadewi, Y. L., & Dharmawan, A. H. (2023). Dampak dan Keberlanjutan Program Cetak Sawah di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah. Analisis Kebijakan Pertanian, 17(2), 123-137. https://doi.org/10.21082/akp.v17n2.2019.123-137.
Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic Analysis: Striving to Meet the Trustworthiness Criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1), 1609406917733847. https://doi.org/10.1177/1609406917733847
Rela, I. Z., & Agustina, D. (2026). Program Cetak Sawah dan Keberlanjutan Lingkungan: Persepsi Masyarakat di Tahap Pra dan Konstruksi di Kabupaten Bombana. Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian, 5(2), 282-296. https://doi.org/10.56189/jiikpp.v5i2.67.
Subejo, S., Zain, H. A., Akhda, N. T., Salim, I., Bunda, A. K., Guslimantasya, P. K., Nurhasanah, S., Aida, F., H., & Fauziah, B. N. H. (2025). Agricultural Extension Governance and Services in Responding to Problems of the Agricultural Sector and Extension Institutions. Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 9(3), 653-667.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Viora Natama Lumban Batu , Sri Anom Amongjati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






