Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Wukirsari Bantul Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.31315/dlppm.v5i2.13911Keywords:
Wukirsari, pengolahan sampah, pariwisata, kesejahteraanAbstract
Desa Wukirsari Imogiri Bantul menghadapi masalah pengelolaan sampah. Sebagai desa wisata, Wukirsari harus mengelola sampah dengan baik agar destinasi wisata bersih dari sampah. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah menjadi produk yang bernilai. Pengabdian ini melibatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul, Bank BPD DIY, dan didanani dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Metode yang digunakan adalah pelatihan, transfer teknologi, dan pendampingan. Hasil pengabdian ini adalah produk pupuk organic, hasil penjualan buah melon dan sayuran dari hasil pemanfaatan pupuk organik, serta peningkatan pendapatan. Luaran pengabdian ini adalah publikasi di konferensi internasional, video, publikasi di media massa, dan keberdayaan mitra dalam mengolah sampah dan pertanian organic.
References
Sumarto RH, Sumartono, Muluk KRK, Nuh M. Penta-Helix and Quintuple-Helix in the management of tourism villages in Yogyakarta City. Australas Accounting, Bus Financ J. 2020;
Utomo HS, Hendro Widjanarko, Suratna. PENGEMBANGAN DESA WISATA ALAM DAN BUDAYA MELALUI PENDEKATAN PENTA-HELIX. J Public Corner Fisip Univ Wiraraja. 2022;
Widjanarko H, Utomo HS, Wibawa T. Community-Based Tourism Village Governance : a Case Study. Proc Econ Bus Ser. 2020;1(1):104–11.
Wahyurini E, Utomo HS. Creating Agricultural Product Innovations and Business Development: A Case in Farmer Women Group. In 2020.
Sugiarto B, Purwanto HS, Irfandi F. IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK, KARET, DAN STYROFOAM SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF. Dharma LPPM. 2021