ANALISIS STRATEGI CINA MELALUI TEKNIK PENYAJIAN MEDIA SEBAGAI ALAT PROPAGANDA DALAM ISU REUNIFIKASI TAIWAN

Penulis

  • Taufik Taufik Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Pasundan, Bandung, Indonesia
  • Anggun Azahro Prodi. Ilmu Hubungan Internasional

Abstrak

Sengketa reunifikasi atas Taiwan melalui dasar landasan One China Principle terus menjadi ambisi kuat bagi Cina. Presiden Cina, Xi Jinping, menegaskan  bahwa tidak akan ada yang mampu menghalangi China dalam melakukan reunifikasi dan hal tersebut menjadi sebuah alasan kuat bagi Cina dalam melancarkan berbagai  strategi yang tidak hanya berbentuk bentuk intervensi tetapi juga melalui manipulasi propaganda dalam media.  Media menjadi sebuah alat kepentingan raksasa di Cina yang menjadi mesin pengaruh bagi partai serta agen produksi propaganda relasional antara Otoritarianisme informasi serta kontrol pertumbuhan pengaruh yang terhubung pada agenda strategis. Melalui media, propaganda dikemas sebagai alat yang telah dirancang dengan pengaruh penyebaran keyakinan terhadap reunifikasi Taiwan-Cina dan menertapkan reunifikasi sebagai cita-cita masa depan yang harus terwujud dalam sudut keberpihakan daratan Cina.  penelitian ini mencoba melakukan penguraian terhadap agenda media melalui metode penyajian porpaganda dalam isu reunifikasi Taiwan. Penulis dapat melihat bahwa China telah melakukan kolaborasi strategis antara penggunaan desain isu, pemilihan julukan, hingga model penyampaian tertentu yang mengarah pada beberapa teknik propaganda yang digunakan sebagai alat manipulasi reunifikasi Taiwan. namun untuk pengaruh dan hasil secara khusus, dimensi penelitian masih perlu untuk dikembangkan

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-23