Karakteristik Logam Tanah Jarang di lapisan Batubara pada Formasi Pulaubalang dan Formasi Balikpapan
DOI:
https://doi.org/10.31315/jtp.v11i2.16330Keywords:
Batubara Cekungan Kutai, Logam Tanah Jarang, Koefisien Konsentrasi, Pengayaan UnsurAbstract
Selain dimanfaatkan sebagai bahan bakan, batubara juga dimanfaatkan sebagai salah satu batuan pembawa logam tanah jarang (LTJ) dalam kadar yang cukup signifikan. Permintaan akan Logam Tanah Jarang terus meningkat tajam, didorong oleh perannya yang tidak tergantikan dalam berbagai aplikasi teknologi tinggi, termasuk baterai, paduan ringan, perangkat medis, katalis, dan teknologi energi terbarukan. Batubara, bersama dengan produk samping pembakarannya seperti abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash), telah diidentifikasi sebagai sumber potensial yang melimpah dan belum banyak dimanfaatkan. penelitian ini disusun untuk menganalisis potensi LTJ di batubara Formasi Balikpapan dan Formasi Pulau Balang. Potensi berupa kadar LTJ pada sampel batubara di Formasi Balikpapan dan Formasi Pulau Balang. Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan di bidang geologi batubara, khususnya mengenai akumulasi dan distribusi LTJ dalam batubara khususnya batubara Cekungan Kutai. Penelitian ini mengukur konsentrasi dan jenis LTJ dalam batubara dari Formasi Pulau Balang dan Balikpapan menggunakan metode kuantitatif-kualitatif deskriptif-analitis dan pengujian ICP-OES sesuai standar ASTM D6357–11, dengan sampel diambil melalui random sampling. Analisis ICP-OES menunjukkan total Rare Earth Elements (REE) pada sampel batubara bervariasi antara 104,29-269,63 mg/kg, dengan dominasi light rare earth elements (LREE) di seluruh sampel. Analisis sampel batubara menunjukkan variasi luas pada nilai koefisien konsentrasi (CC) unsur REE, yang dihitung sebagai rasio konsentrasi unsur terhadap nilai Clarke. Nilai CC di atas 1 mengindikasikan pengayaan dibandingkan kerak bumi, sementara di bawah 1 menunjukkan deplesi. Unsur seperti Pr, Tb, Gd, dan Lu secara umum sangat kaya (CC > 1), berbeda dengan Ce dan Y yang memiliki nilai CC lebih rendah.
References
Anggara, F., Amijaya, D. H., Harijoko, A., Tambaria, T. N., Sahri, A. A., & Asa, Z. A. N. (2018). Rare earth element and yttrium content of coal in the Banko coalfield, South Sumatra Basin, Indonesia: Contributions from tonstein layers. International Journal of Coal Geology, 196, 159–172. https://doi.org/10.1016/j.coal.2018.07.006
Attry, B., Subramanyam, K. S. V., Tiwari, V. M., & Saikia, B. K. (2025). Exploring rare earth elements in coalmine overburden: nanoscale insights from FESEM, TEM and XPS analysis. RSC Advances, 15(24), 19218–19235. https://doi.org/10.1039/D5RA02774H
Blyalova, G., Amangeldykyzy, A., Kopobayeva, A., Zhirkov, V., & Ryzhkov, S. (2025). A Comprehensive Study of the Spatial Variations in the Distribution of Rare Earth Elements (REE) and Their Potential in the Coals of the Shubarkol Deposit, Kazakhstan. Minerals, 15(2), 170. https://doi.org/10.3390/min15020170
Coe, H. H., Birgenheier, L. P., Fernandez, D. P., Gall, R. D., Vanden Berg, M. D., & Giebel, A. (2024). Rare earth element enrichment in coal and coal-adjacent strata of the Uinta Region, Utah and Colorado. Frontiers in Earth Science, 12. https://doi.org/10.3389/feart.2024.1381152
Lin, R., Howard, B. H., Roth, E. A., Bank, T. L., Granite, E. J., & Soong, Y. (2017). Enrichment of rare earth elements from coal and coal by-products by physical separations. Fuel, 200, 506–520. https://doi.org/10.1016/j.fuel.2017.03.096
Moss, S. J., Chambers, J., Cloke, I., Satria, D., Ali, J. R., Baker, S., Milsom, J., & Carter, A. (1997). New observations on the sedimentary and tectonic evolution of the Tertiary Kutai Basin, East Kalimantan. Geological Society, London, Special Publications, 126(1), 395–416. https://doi.org/10.1144/GSL.SP.1997.126.01.24
Moss, S. J., & Chambers, J. L. C. (1999). Tertiary facies architecture in the Kutai Basin, Kalimantan, Indonesia. Journal of Asian Earth Sciences, 17(1–2), 157–181. https://doi.org/10.1016/S0743-9547(98)00035-X
Thomas, B. S., Dimitriadis, P., Kundu, C., Vuppaladadiyam, S. S. V., Raman, R. K. S., & Bhattacharya, S. (2024). Extraction and separation of rare earth elements from coal and coal fly ash: A review on fundamental understanding and on-going engineering advancements. Journal of Environmental Chemical Engineering, 12(3), 112769. https://doi.org/10.1016/j.jece.2024.112769
Wu, G., Ma, Z., Li, G., & Bo, C. (2024). The distribution and enrichment characteristics of rare earth elements between coals and coal ashes from four coal-fired power plants. RSC Advances, 14(4), 2678–2686. https://doi.org/10.1039/D3RA08198B
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Edy Nursanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Teknologi Pertambangan: This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.