Persepsi Dan Kerentanan Terhadap Risiko Bencana Geologi Di Geopark Batur: Studi Perbandingan Antara Wisatawan Dan Masyarakat Lokal Di Kintamani, Bali
DOI:
https://doi.org/10.31315/psb.v7i1.16810Abstrak
Wilayah Kintamani di Bali merupakan destinasi wisata populer dengan potensi bencana geologi yang tinggi seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, dan tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan persepsi risiko dan tingkat kesiapsiagaan antara wisatawan dan masyarakat lokal di Kecamatan Kintamani terkait bahaya geologi. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner yang mencakup indikator persepsi risiko, pengetahuan tentang bencana, kepercayaan terhadap otoritas, dan pengalaman pribadi dengan bencana. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan ditinjau dengan Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015–2030 untuk merumuskan strategi pengurangan risiko bencana yang inklusif dan berbasis masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa wisatawan memiliki tingkat pengetahuan bencana yang rendah, sementara masyarakat lokal menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses informasi formal. Rekomendasi yang diberikan meliputi penguatan sistem komunikasi risiko, pelatihan bagi para pemangku kepentingan pariwisata, dan pengintegrasian pengurangan risiko bencana ke dalam pembangunan destinasi berkelanjutan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
a. Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
b. Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).