Prediksi Laju Erosi Pada Lahan Reklamasi Tambang Batubara di Desa Bilas, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan
DOI:
https://doi.org/10.31315/psb.v7i1.16811Abstrak
Indonesia memiliki sumber daya batubara yang melimpah, salah satunya dimanfaatkan oleh perusahaan tambang batubara di Provinsi Kalimantan Selatan melalui sistem penambangan terbuka yang berpotensi mengakibatkan degradasi lahan seperti erosi. Untuk memulihkan kondisi tersebut, perusahaan melakukan kegiatan reklamasi sesuai Kepmen ESDM No. 344.K/MB.01/MEM.B/2025 untuk melakukan revegetasi untuk pengendalian erosi. Prediksi laju erosi dilakukan agar mendapatkan hasil untuk optimalisasi kegiatan reklamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju erosi menggunakan metode RUSLE pada lahan reklamasi tahun 2023 tambang batubara di Desa Bilas, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan perbedaan kemiringan lereng. Metode RUSLE digunakan untuk memprediksi laju erosi. Data yang dibutuhkan untuk pengolahan metode RUSLE diantaranya berupa data curah hujan, data DEM (Digital Elevation Model), dan citra Landsat-8 OLI serta data sifat fisik dan kimia tanah. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu prediksi erosi yang dapat terjadi pada lahan tersebut berkisar antara 0 – 944,37 ton/ha/tahun. Laju erosi terbesar masuk dalam kelas erosi sangat tinggi.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
a. Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
b. Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).