Evaluasi Tingkat Integrasi Tata Kelola Pemerintahan dan Perencanaan Spasial dalam Mendukung Pembangunan Kota Malang yang Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.31315/psb.v7i1.16815Abstrak
Pembangunan berkelanjutan di Kota Malang mensyaratkan sinergi yang kuat antara tata kelola pemerintahan dan perencanaan spasial agar pertumbuhan kota dapat berlangsung secara seimbang antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat integrasi antara kebijakan tata kelola pemerintahan dengan perencanaan spasial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Malang. Metode yang digunakan berupa pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis dokumen perencanaan seperti RTRW dan RPJMD, dalam penelitian ini juga mengunakan sistem skoring untuk mengetahui intergrasinya antar dokumen pembangunan, serta wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Kota Malang telah memiliki instrumen perencanaan yang komprehensif, koordinasi lintas sektoral dan konsistensi implementasi kebijakan masih perlu ditingkatkan. Penguatan integrasi dapat dicapai melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, pemanfaatan data spasial berkualitas tinggi, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan. Dengan demikian, penguatan sinergi tata kelola pemerintahan dan perencanaan spasial menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan Kota Malang yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
a. Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
b. Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).