Indeks Kekritisan Mata Air Clereng di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.31315/psb.v7i1.16816Abstrak
Mata Air Clereng merupakan salah satu sumber air baku utama yang dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Binangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Kulon Progo. Peningkatan jumlah penduduk berpotensi meningkatkan kebutuhan air sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kekritisan Mata Air Clereng menggunakan metode kuantitatif, yaitu Indeks Kekritisan Air (IKA). Proyeksi jumlah penduduk dihitung menggunakan metode geometrik, sedangkan kebutuhan air domestik mengacu pada SNI 19-6728.1-2002 sebesar 60 liter/orang/hari. Ketersediaan air dihitung berdasarkan debit rata-rata mata air sebesar 125 liter/detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2025 nilai IKA sebesar 33,11% (belum kritis), meningkat menjadi mendekati kritis pada tahun 2040, kritis pada tahun 2054, dan diproyeksikan sangat kritis pada tahun 2064 ketika kebutuhan air melampaui ketersediaan air.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
a. Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
b. Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).