Penilaian Indeks Risiko Lingkungan di TPST Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah
DOI:
https://doi.org/10.31315/psb.v7i1.16821Abstrak
TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Jeruklegi berlokasi di Kabupaten Cilacap dan mengelola sampah dari 14 kecamatan dengan luas sebesar 3 ha. Total timbulan sampah yang masuk sebesar 127,97 ton/hari. Saat ini pengelolaan sampah dilakukan dengan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) namun, kapasitas sistem RDF belum mampu menampung seluruh sampah yang masuk. Sistem RDF memiliki kapasitas pengolahan harian sebesar 54,22 ton/hari, sedangkan sampah yang tidak terolah melalui system rdf sebesar 73,75 ton/hari yang dibuang ke sel aktif dengan sistem controlled landfill. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi kualitas lingkungan di sekitar TPST. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi TPST Jeruklegi berdasarkan penilaian indeks risiko lingkungan. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode campuran dengan penggabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif terdapat tiga tahapan tahap perolehan data, pengolahan, dan analisis data. Parameter penilaian indeks risiko lingkungan dengan menggunakan 27 parameter yang mengacu pada Lampiran V Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga parameter dengan nilai indeks risiko bahaya, yaitu kedalaman airtanah, kualitas udara, serta karakteristik lindi pada parameter BOD. TPST Jeruklegi memiliki tingkat bahaya sedang dengan nilai indeks risiko lingkungan sebesar 512,344. Oleh karena itu, TPST Jeruklegi dapat diteruskan dan direhabilitasi menjadi lahan urug terkendali (sanitary landfill) secara bertahap.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
a. Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
b. Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).