Evaluasi Kinerja Kolam Pengendapan Air Asam Tambang Berdasarkan SNI 6774:2008 (Studi Kasus: Ambrosia Pond, PT Kaltim Prima Coal)

Penulis

  • Tiara Meylani Putri Program Studi Teknik Lingkungan, UPN “Veteran” Yogyakarta
  • Dina Asrifah Program Studi Teknik Lingkungan, UPN “Veteran” Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31315/psb.v7i1.16826

Abstrak

Air Asam Tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama pada kegiatan pertambangan batubara karena memiliki pH rendah dan kandungan logam terlarut yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja kolam pengendapan Ambrosia di PT Kaltim Prima Coal dalam pengolahan AAT serta menilai kesesuaiannya dengan standar desain menurut SNI 6774:2008. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan, pengukuran dimensi kolam, pengambilan sampel air, serta pengujian kualitas air pada bagian inlet dan outlet selama 7 hari berturut-turut. Parameter yang diuji meliputi pH, TSS, Fe, dan Mn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolam pengendapan Ambrosia mampu meningkatkan nilai pH dari rata-rata 3,09 menjadi 7,83. Konsentrasi Fe mengalami penurunan dari rata-rata 19,28 mg/L menjadi 1,18 mg/L, sedangkan Mn menurun dari 8,57 mg/L menjadi 3,19 mg/L, sehingga keduanya memenuhi baku mutu masing-masing 7 mg/L untuk Fe dan 4 mg/L untuk Mn. Parameter TSS juga menurun dari rata-rata 52,9 mg/L menjadi 4,1 mg/L masih jauh di bawah baku mutu 300 mg/L. Analisis hidraulik menunjukkan bahwa aliran dalam kolam bersifat laminar dan subkritis, namun kedalaman kolam eksisting sebesar 2 meter belum sesuai dengan rekomendasi SNI 6778:2008 yang mensyaratkan minimum kedalaman kolam pengendapan adalah 3 meter. Secara keseluruhan, sistem pengolahan aktif yang diterapkan telah efektif dalam mengurangi dampak AAT, namun diperlukan optimalisasi desain untuk mencapai kinerja yang lebih berkelanjutan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-22