Analisis Perbandingan Efektivitas Penggunaan Ca(OH)2 dan CaCO3 dalam Menurunkan Kadar Cr Total Pada Air Limbah Industri Penyamakan Kulit

Penulis

  • Daffa Ananta Luasaputra Program Studi Teknik Lingkungan, UPN “Veteran” Yogyakarta
  • Widyawanto Prastistho Program Studi Teknik Lingkungan, UPN “Veteran” Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31315/psb.v7i1.16829

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas penggunaan kalsium hidroksida (Ca(OH)₂) dan kalsium karbonat (CaCO₃) dalam menurunkan konsentrasi Cr total pada air limbah industri penyamakan kulit. Metode yang digunakan adalah batch test skala laboratorium dengan lima variasi dosis rentang 0,2–1 g pada volume sampel air limbah 250 mL dengan waktu kontak 24 jam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kedua material mampu menurunkan konsentrasi Cr secara signifikan dengan efektivitas di atas 99%. CaCO₃ mampu mencapai kondisi optimum pada dosis 0,4 gram dengan efektivitas 99,56% dan pH 8,4, sedangkan Ca(OH)₂ memerlukan dosis lebih tinggi yaitu 0,8 gram dengan efektivitas 99,67%, dan pH yang lebih tinggi yaitu 10,1. Berdasarkan analisis isoterm untuk penyisihan Cr menggunakan CaCO₃ jika menggunakan model yang paling mendekati yaitu Langmuir, menunjukkan hubungan yang tidak sesuai (R² = 0,3697), sedangkan untuk Ca(OH)₂, dengan menggunakan model BET menunjukkan hasil yang lebih baik (R² = 0,8195). Secara umum mekanisme penyisihan Cr didominasi oleh proses presipitasi yang dipengaruhi oleh peningkatan pH. CaCO₃ menunjukkan penyisihan Cr yang lebih efektif dan efisien daripada Ca(OH)2 karena membutuhkan dosis lebih rendah serta tidak memerlukan pengendalian pH tambahan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-22