Analisis Perbandingan Efektivitas Penggunaan Ca(OH)2 dan CaCO3 dalam Menurunkan Kadar Cr Total Pada Air Limbah Industri Penyamakan Kulit
DOI:
https://doi.org/10.31315/psb.v7i1.16829Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas penggunaan kalsium hidroksida (Ca(OH)₂) dan kalsium karbonat (CaCO₃) dalam menurunkan konsentrasi Cr total pada air limbah industri penyamakan kulit. Metode yang digunakan adalah batch test skala laboratorium dengan lima variasi dosis rentang 0,2–1 g pada volume sampel air limbah 250 mL dengan waktu kontak 24 jam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kedua material mampu menurunkan konsentrasi Cr secara signifikan dengan efektivitas di atas 99%. CaCO₃ mampu mencapai kondisi optimum pada dosis 0,4 gram dengan efektivitas 99,56% dan pH 8,4, sedangkan Ca(OH)₂ memerlukan dosis lebih tinggi yaitu 0,8 gram dengan efektivitas 99,67%, dan pH yang lebih tinggi yaitu 10,1. Berdasarkan analisis isoterm untuk penyisihan Cr menggunakan CaCO₃ jika menggunakan model yang paling mendekati yaitu Langmuir, menunjukkan hubungan yang tidak sesuai (R² = 0,3697), sedangkan untuk Ca(OH)₂, dengan menggunakan model BET menunjukkan hasil yang lebih baik (R² = 0,8195). Secara umum mekanisme penyisihan Cr didominasi oleh proses presipitasi yang dipengaruhi oleh peningkatan pH. CaCO₃ menunjukkan penyisihan Cr yang lebih efektif dan efisien daripada Ca(OH)2 karena membutuhkan dosis lebih rendah serta tidak memerlukan pengendalian pH tambahan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
a. Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
b. Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).