Analisis Laju Erosi Aktual Berdasarkan Tekstur Tanah pada Area Disposal PT. X, Tabalong, Kalimantan Selatan
DOI:
https://doi.org/10.31315/psb.v7i1.16830Abstrak
Area disposal yang terbuka dan minim vegetasi rentan terhadap erosi dan sedimentasi. Penelitian ini bertujuan mengukur laju erosi dan sedimentasi aktual pada tanah lempung dan pasir, serta menganalisis pengaruh intensitas hujan terhadap keduanya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan penentuan titik sampling secara purposive berdasarkan variasi tekstur tanah dan lokasi dengan kejadian erosi terbesar. Pengukuran dilakukan menggunakan petak berukuran 12 m × 3 m, dengan 18 kali pengambilan sampel pada setiap kejadian hujan. Data konsentrasi sedimen dan volume limpasan dianalisis menggunakan pendekatan matematis dan regresi linear sederhana dengan IBM SPSS Statistics 27. Hasil menunjukkan bahwa laju erosi dan sedimentasi pada tanah lempung mencapai 522,56 ton/ha/bulan dengan konsentrasi sedimen rata-rata 108,87 g/L, sedangkan pada tanah pasir sebesar 233,23 ton/ha/bulan dengan konsentrasi sedimen rata-rata 59,48 g/L. Analisis regresi menunjukkan adanya hubungan positif antara intensitas hujan dan laju erosi pada kedua jenis tanah.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
a. Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
b. Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).