Geologi Dan Studi Hubungan Stratigrafi Satuan Batupasir Kasar Muarasoma Dengan Satuan Batulempung Jambor Baru,Mandailing Natal, Sumatra Utara

Dedy Indrawan Daulay, Hermansyah Betra

Abstract


Abstrak

 

Daerah telitian dibagi menjadi 2 satuan bentuk asal, yaitu Bentuk asal Struktural yang terdiri dari : Perbukitan homoklin Bergelombang Sedang (S21), Bentuk Asal Denudasional yang terdiri dari : Dataran Terkikis (D14), Bukit Terisolir (D4). Pola pengaliran yang berkembang pada daerah telitian yaitu subpararel yang merupakan pola ubahan dari pola pararel yang terjadi karena pengaruh dari topografi maupun struktur geologi pada suatu daerah. dengan panjang 3 km dan lebar 2 km. Stratigrafi daerah telitian berdasarkan ciri-ciri litologi dapat dikelompokkan menjadi 2 Satuan Batuan dari tua ke muda, yaitu satuan batupasir kasar Muarasoma terdiri dari dominasi batupasir, dengan perselingan batulempung, rijang, batuserpih dan disebut satuan batupasir kasar muarasoma. Satuan batuan diendapkan pada lingkungan laut dalam Smooth Subprafan lobes on Midle Fan, Walker (1978). Satuan batulempung Jambor Baru terdiri dari dominasi batulempung, dengan perselingan batupasir, batupasir tuffan, dan disebut satuan batulempung jambor baru. Satuan batuan diendapkan pada lingkungan laut dalam Lower fan, Walker (1978). Pada Jambor Baru terdapat batugamping yang diinterpretasikan sebagai blok-blok yang berumur lebih tua.

 

Kata kunci: bentuk asal, pola pengaliran, laut dalam.

 

Abstract

The study area is divided into 2 original form units, namely Structural original form consisting of: Moderate Wavy Homoclinal Hills (S21), Denudational Original Forms consisting of: Eroded Plains (D14), Isolated Hills (D4). The drainage pattern that develops in the research area is subparallel which is a pattern of changes from parallel patterns that occur due to the influence of topography and geological structures in an area. with a length of 3 km and a width of 2 km. The stratigraphy of the study area based on lithological features can be collected into 2 rock units from old to young, namely the Muarasoma coarse sandstone unit consisting of sandstone predominance, with alternating claystone, chert, shale and is called the Muarasoma coarse sandstone unit. The rock unit was deposited in a marine environment in Smooth Subprafan lobes on Middle Fan, Walker (1978). The New Jambor claystone unit consists of claystone dominance, with alternating sandstones, tuffan sandstones, and is called the new Jambor claystone unit. Rock units deposited in the marine environment in the Lower fan, Walker (1978). At Jambor Baru there are limestones which are interpreted as older blocks.

 

Keywords: original form, drainage pattern, deep sea

 


Keywords


bentuk asal, pola pengaliran, laut dalam.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.31315/jigp.v10i1.9797

DOI (PDF): https://doi.org/10.31315/jigp.v10i1.9797.g5458

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA