Komunikasi dalam Integrasi Sosial Budaya antar Etnis Tionghoa dan Pribumi di Singkawang

Dea Varanida

Abstract


Atraksi pawai tatung adalah tradisi Tionghoa yang berbaur dengan budaya Dayak yang hanya bisa disaksikan di Singkawang Kalimantan Barat. Tradisi Tionghoa dan Pribumi sebagai dua etnis besar masyarakat Singkawang dipadukan dengan sangat baik dalam Perayaan Tatung. Tidak hanya kebudayaan dari Singkawang, namun seiring dengan berkembangnya dan gagasan dari para pemuka tokoh agama hingga budaya, akhirnya juga turut menggabungkan budaya-budaya lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif, yaitu dimana peneliti melakukan observasi secara langsung pada saat perayaan untuk melihat simbol-simbol yang tampak dalam perayaan. Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa narasumber yang sesuai untuk menjawab masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perayaan Tatung merupakan alat untuk mengkomunikasikan pesan-pesan dari komunikator (Etnis Tionghoa) kepada komunikan (masyarakat Pribumi). Pesan Perayaan Tatung dikomunikasikan melalui simbol-simbol komunikasi, seperti menggunakan atribut pribumi (Melayu dan Dayak) pada saat atraksi. Sebagai pesta kebudayaan, pawai tatung memiliki sisi ritual religi yang cukup kental dan mencerminkan pembauran kepercayaan Taoisme kuno dengan animisme lokal yang hanya terdapat di Kota Singkawang.

Kata kunci : Pesan, Perayaan Tatung, Komunikasi Antarbudaya, Singkawang 


Full Text:

PDF (Indonesian)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



 Jurnal Ilmu Komunikasi terindeks di:

 

 

 


Copyright of Jurnal Ilmu Komunikasi ISSN 1693-3028 (print), ISSN 2407-8220 (online)

Alamat:

Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Phone: (0274)485268

Fax: (0274)487147

Email: jik@upnyk.ac.id 

Web
Analytics View My Stats