Pengembangan Desa Broadband Terpadu

Sunyoto Usman

Abstract


P

enelitian ini bertujuan mengidentifikasi mekanisme pengelolaan potensi desa dengan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi (khususnya internet) dalam bentuk program pengembangan desa broadband terpadu. Penelitian di selenggarakan di tiga desa pertanian dalam wilayah provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap 150 responden serta focus group discussion dengan pejabat pemerintah, pelaku usaha dan tokoh-tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga mekanisme pengelolaan potensi desa. Pertama, mekanisme empowering, ditandai dengan melembagakan kemitraan (partnership) antara masyarakat desa, pemerintah atau swasta dalam kegiatan membangun infrastruktur fisik internet dan koneksitas, serta mengembangan tata kelola dan konten. Pengembangan sumber daya manusia dan kesiapan sosial (social readiness) dilakukan sendiri oleh warga desa dan lembaga swadaya masyarakat. Kedua, mekanisme directing ditandai dengan menempatkan pemerintah sebagai lembaga yang dominan dalam pembangunan infrastruktur fisik internet dan koneksitas, pengembangan tata kelola internet dan konten. Pemerintah bertanggung jawab mengembangkan sumber daya manusia dan kesiapan sosial dalam mendayagunakan internet untuk mengelola potensi desa. Ketiga, mekanisme supporting ditandai dengan memberi peran cukup besar kepada warga masyarakat baik dalam kegiatan pembangunan infrastruktur fisik internet dan koneksitas, maupun dalam mengembangkan tata kelola internet dan konten.

Kata kunci: potensi desa, internet, pembangunan perdesaan dan daya saing 


Full Text:

PDF (Indonesian)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.