Model Komunikasi, Sifat Arogansi dan Etika Komunikasi Pemerintah Menuju Pelayanan Publik Prima
DOI:
https://doi.org/10.31315/jik.v12i2.372Keywords:
komunikasi, etika, tata laku pemerintah, apatis, pelayanan publikAbstract
Perilaku arogan aparat pemerintah negara secara signifikan mempengaruhi sikap arogansi terhadap masyarakat. Karena itu solusi diperlukan untuk memecahkan atas masalah arogansi dan ketidakpedulian aparat pemerintah terhadap masyarakat. Pada gilirannya, komunikasi dan etika dalam pelayanan publik seharusnya dioptimalkan, menjadi efektif dan efisien.Komunikasi dan etika dalam pelayanan publik bagi aparat pemerintah diperlukan untuk membangun hubungan harmonis antara pegawai pemerintah sebagai aparat pemerintah dan masyarakat. Untuk mendukung hal ini, kebijakan lokal pemerintah diputuskan melalui penyerapan aspirasi masyarakat, dan masyarakat akan berpartisipasi di dalamnya karena kebijakan lokal yang diputuskan tersebut mereka merasa terlibat dan dilibatkan. Penelitian ini dilakukan di Malang Raya dengan menggunakan analisis jalur (path analysis). Penentuan sampling menggunakan sampling purposive.Data dianalisis dengan menggunakan SPSS untuk menguji hipotesis dalam setiap alur dari masing-masing variabel. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel komunikasi dan etika dalam pelayanan pemerintah secara signifikan mempengaruhi pelayanan publik. Demikian pula sebaliknya, sikap arogansi dan apatis masyarakat mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap pelayanan masyarakat.References
Aminulloh, Akhirul. 2010. Komunikasi Politik Dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilu Legislatif 2009. Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 8, No. 1, April 2010. Diterbitkan UPN-Veteran. Yogyakarta.
Blumler, Jay and Kavanah, Dennis, “TheThird Age of Political Communication” in Ralp Negrine and James Stanyer, 2007, The Political Communication Reader, London:Routledge
Dahlan,Alwi, 1990, Perkembangan Komunikasi Politik Sebagai Bidang Kajian, Jurnal Ilmu Politik 6, Jakarta:PTGramedia
Pace, R Wayne and Faules,Don F, 1994, Organizational Communication, New Jersey:Prentice Hall
Rusmiwari, Sugeng. 2011. Korelasi Perilaku Arogansi Legislatif terhadap sikap apatisme masyarakat. Jurnal Reformasi, Volume 01 Nomer 01. Diterbitkan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.
Yulianto, Muchamad. 2009. Grapevine, Demokrasi dan Komunikasi Politik dalam Pilkada. Jurnal Komunikator, Vol. 1, No. 1, Mei 2009. Diterbitkan Universitas Muhammadiyah Jogyakarta
Kompas, 28 Desember 2009
Jawa Pos, 24 Maret 2009. Opini, Ironi Wakil Rakyat. Kacung Marijan.
Republika, 24 Desember 2010. Pernyataan ketua DPR RI Marzuki Ali.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish articles in this journal agree to the following terms:
- Copyright remains with the author and gives rights to the Jurnal Ilmu Komunikasi as the priority to publish the article with an Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional License, which allows the article to be shared with acknowledgment of the author of the article and this journal as the place of publication.
- Authors can distribute the publication of their articles on a non-exclusive basis (for example: on university repositories or books) with notification or acknowledgment of publication in the journal Option
- Authors are allowed to post their work online (for example: on personal websites or in university repositories) before and after the submission process (see The Effect of Open Access)
Jurnal Ilmu Komunikasi is licensed under a Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional License.