Analisis Stabilitas Lereng Disposal Pada Desain In Pit Dump E, Daerah Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan

Penulis

  • Septika Prasetiawati Teknik Geologi UPN Veteran Yogyakarta
  • M. Hajjrol Dava
  • Daniel Radityo

DOI:

https://doi.org/10.31315/jigp.v12i2.15925

Abstrak

Metode penambangan terbuka (open pit mining) batubara membutuhkan pendekatan efektif dalam manajemen material lapisan penutup (overburden), di mana penimbunan di bekas pit (in pit dump) sering diterapkan. Namun, genangan air dan akumulasi lumpur di dasar pit merupakan variabel kritis yang meningkatkan potensi ketidakstabilan lereng dan risiko longsor. Penelitian ini bertujuan menganalisis kuantitatif kestabilan lereng desain disposal in pit dump di PT Pamapersada Nusantara, Muara Enim, Sumatera Selatan, fokus pada dampak kondisi lumpur maksimal. Analisis stabilitas dilakukan menggunakan pendekatan Limit Equilibrium Method (LEM), metode Morgenstern-Price, pada enam penampang. Empat penampang (A-D) untuk desain awal dan dua penampang (E-F) untuk kondisi lumpur maksimal. Hasil perhitungan faktor keamanan (FK) menunjukkan kontras signifikan. Berdasarkan standar Keputusan Menteri ESDM No. 1827 K/30/MEM Tahun 2018 (FK>1,3), hanya penampang C-C’ (FK = 2,304) dan D–D’ (FK = 2,271) yang tergolong aman. Sebaliknya, empat penampang tersisa (A–A’, B–B’, E–E’, dan F–F’) memiliki nilai FK < 1,3. Secara spesifik, penampang E–E’ dan F–F’ menunjukkan FK yang sangat rendah, menegaskan bahwa kehadiran lumpur adalah faktor dominan penyebab ketidakstabilan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian besar lereng timbunan berisiko tinggi mengalami longsor dan dikategorikan tidak aman. Oleh karena itu, hasil analisis ini memberikan gambaran yang dapat dijadikan pertimbangan dalam perencanaan desain ulang geometri lebih lanjut.

Biografi Penulis

M. Hajjrol Dava

Divisi Engineering PT. Pamapersada Nusantara

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31