Rancang Bangun Mitigasi Gerakan Tanah Berbasis Data Vertical Electrical Sounding: Studi Kasus Kelurahan Tawang Sari, Kota Semarang
Abstrak
Penyelidikan ketidakstabilan tanah merupakan langkah penting dalam mitigasi risiko geoteknik terhadap infrastruktur, terutama di kawasan yang berkembang pesat seperti Kota Semarang. Kelurahan Tawangsari, Kota Semarang, yang berada di wilayah dataran aluvial dengan potensi ketidakstabilan tanah akibat komposisi litologi dan aktivitas antropogenik. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi ketidakstabilan tanah serta menentukan metode mitigasi yang tepat untuk mengurangi risiko pergerakan tanah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah geolistrik konfigurasi Schlumberger dengan pendekatan Vertical Electrical Sounding (VES). Penyelidikan dilakukan pada tiga titik dengan kedalaman sekitar 30 meter. Hasil analisis menunjukkan adanya lapisan tanah dengan resistivitas rendah yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan tanah pada kedalaman 14,03 - 23,08 meter. Lapisan ini didominasi oleh lempung dengan sifat fisik yang kurang mendukung beban bangunan di atasnya, sehingga meningkatkan risiko pergerakan tanah.
Berdasarkan hasil interpretasi geolistrik, metode mitigasi yang direkomendasikan adalah perbaikan stabilitas tanah menggunakan metode grouting dan pemasangan angkur pada lapisan pasir kelempungan untuk memperkuat daya dukung tanah. Selain itu, pemasangan tiang pancang pada pinggir kali di sekitar lokasi penelitian juga disarankan untuk mengurangi risiko keruntuhan lereng akibat pergerakan tanah. Metode ini dipilih karena lebih ekonomis dan dapat diterapkan tanpa harus membongkar struktur bangunan yang telah berdiri.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut: Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs Jurnal berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta. Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.