Hubungan Kondisi Geologi Terhadap Kondisi Massa Batuan dan Kestabilan pada Lubang Bukaan Tambang Bawah Tanah Kencana Menggunakan Rock Mass Rating dan Metode Elemen Hingga
Abstrak
Kondisi geologi pada tambang bawah tanah Kencana, sebuah endapan emas epitermal sulfidasi rendah dengan kontrol struktur yang intensif, sangat menentukan karakteristik massa batuan dan kestabilan lubang bukaannya. Litologi pada lokasi penelitian terdiri dari lava andesit dan urat kuarsa yang dikontrol oleh sesar berarah utara-selatan hingga baratlaut-tenggara, dengan intensitas alterasi yang bervariasi antar lubang bukaan. Penelitian ini mengevaluasi hubungan antara kondisi geologi tersebut terhadap kualitas massa batuan dan kestabilan pada empat lubang bukaan (08H, 09E, 14D, dan 00B) menggunakan sistem Rock Mass Rating (RMR) dan metode elemen hingga. Lubang bukaan 08H dan 14D, yang tersusun atas lava andesit dengan alterasi propilitik (klorit dan epidot), menunjukkan kekuatan batuan yang relatif terjaga sehingga tergolong massa batuan sedang. Sebaliknya, 09E dan 00B mengalami alterasi argilik yang intensif akibat interaksi fluida hidrotermal asam, mengubah mineral primer menjadi mineral lempung lunak dan reaktif terhadap air, sehingga tergolong massa batuan buruk dengan waktu runtuh tercepat dan beban atap terbesar. Hasil pemodelan elemen hingga memperkuat temuan ini, dengan nilai faktor keamanan lokal tanpa penyangga berkisar 1,08–1,54 pada keempat lubang bukaan. Penelitian ini menegaskan bahwa tipe alterasi dan keberadaan struktur geologi merupakan faktor utama yang mengontrol kualitas massa batuan dan kebutuhan sistem penyangga pada tambang bawah tanah Kencana.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut: Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam situs Jurnal berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta. Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.