Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pena Wimaya
Articles

Advokasi Migrant CARE dalam Kasus Perdagangan Manusia pada Pekerja Migran Indonesia di Malaysia (2022–2024)

Melissa Mulyawati Murni
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Laode Muhammad Fathun
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Diterbitkan 2026-07-21

Abstrak

ABSTRAK

Peningkatan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia pada 2022–2024 disertai tingginya kerentanan terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO), terutama pada pekerja non-prosedural. Meskipun terdapat regulasi nasional, kerja sama bilateral, dan kerangka regional, perlindungan masih terbatas akibat lemahnya koordinasi dan penegakan hukum lintas negara, sehingga menunjukkan keterbatasan mekanisme berbasis negara dan pentingnya peran organisasi non-pemerintah dalam jaringan advokasi transnasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan peran Migrant CARE dalam mengadvokasi kasus TPPO pada PMI di Malaysia periode 2022–2024 menggunakan kerangka teori Transnational Advocacy Networks (TANs) dan konsep perdagangan manusia. Dengan metode kualitatif-deskriptif melalui wawancara dan studi dokumen, hasil menunjukkan bahwa Migrant CARE berperan dalam memperluas perlindungan melalui penguatan jaringan advokasi, pengangkatan isu ke tingkat transnasional, dan tekanan kolektif terhadap pemerintah. Namun, optimalisasinya tetap bergantung pada komitmen politik kedua negara dan konsistensi penegakan hukum lintas batas.

Kata Kunci: Migrant CARE; Tindak Pidana Perdagangan Orang; Pekerja Migran Indonesia; Malaysia; Jaringan Advokasi Transnasional

Referensi

  1. Alfadh, M. F. (2013). NGO Diplomacy: Peran Organisasi Non-Pemerintah dalam Memberikan Perlindungan Terhadap Pekerja Migran di Malaysia. Jurnal Interdependence, 1(2), 101–116. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30872/.v1i2.1322
  2. Andrevski, H., & Lyneham, S. (2014). Experiences of exploitation and human trafficking among a sample of Indonesian migrant domestic workers (Number 471). https://www.aic.gov.au/sites/default/files/2020-05/tandi471.pdf
  3. Arista, Y., Sardini, N. H., & Astuti, P. (2017). Peran Migrant Care dalam Mengadvokasi Kepentingan Buruh Migran Indonesia Tahun 2014-2016. Journal of Politic and Government Studies, 6(3), 241–250. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpgs/article/view/16603
  4. Aronowitz, A. A. (2017). Human Trafficking A Reference Handbook. ABC-CLIO, LLC.
  5. Azzahra, S. E., Musyafa, R., & Furqan, M. D. (2023). Pengaruh Kebijakan Migrasi Terhadap Integrasi Sosial dan Budaya: Kasus Migran di Asia Tenggara. Unes Law Review, 6(1), 3327–3334. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1
  6. Bado, B. (2022). Model Pendekatan Kualitatif: Telaah dalam Metode Penelitian Ilmiah. Tahta Media Group.
  7. Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.
  8. Data and Information Center of the Ministry for the Protection of Indonesian Migrant Workers. (2025). Data Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Tahun 2024. https://bp2mi.go.id/statistik-detail/data-penempatan-dan-pelindungan-pekerja-migran-indonesia-periode-tahun-2024
  9. Hamid, A. (2019). Diskursus Perlindungan Hukum Bagi Tenaga Kerja Indonesia Dalam Penempatan di Malaysia. Arena Hukum, 12(1), 153–171.
  10. Hansen, M. A., & Johansson, I. (2025). Gender Differences in Attitudes and Perceptions of Human Trafficking: Are They Driven by Knowledge Gaps? Journal of Human Trafficking, 1–22. https://doi.org/10.1080/23322705.2025.2539000
  11. Hidayat, I. D., Waluyo, & Najicha, F. U. (2021). Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Tenaga Kerja Indonesia Oleh Pemerintah Daerah. Mizan: Jurnal Ilmu Hukum, 10(1), 71–80. https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/Mizan/article/view/1568
  12. Intan, D. M., Harmain, I., & Kaloko, I. F. (2025). Ambiguitas Status Hukum Pekerja Migran Ilegal Sebagai Pelanggaran Hukum Atau Korban Eksploitasi. Jurnal Ilmu Hukum “THE JURIS,” 9(1). http://ejournal.stih-awanglong.ac.id/index.php/juris
  13. Jaya, B. P. M., Rully, S. M., Dwi, E. W., Siti, N. A., Sulastri, & Alifvia, N. B. (2023). Criticising the Implementation of the ACTIP in Southeast Asia. Sriwijaya Law Review, 7(2), 350–367. https://journal.fh.unsri.ac.id/index.php/sriwijayalawreview/article/view/2542
  14. Keck, M. E., & Sikkink, K. (1998). Activists Beyond Borders: Advocacy Networks in International Politics. Cornell University Press. http://archive.org/details/activistassinfroOOkeck
  15. Khoiriyah, A., & Indarta, D. W. (2024). Accountability of The Government of The Republic of Indonesia For Illegal Migrant Workers. Journal Equity of Law and Governance, 6(1). https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/elg
  16. Kristiadi, E. Y., Subekti, R., & Raharjo, P. S. (2022). Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Migran Indonesia. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(1), 312–317. https://doi.org/10.23887/jpku.v10i1.43813
  17. Kunarti, S., Afwa, U., & Hartini, S. (2023). Strengthening Migrant CARE: A Comprehensive Approach to Ensure Worker Protection and Safeguard the Rights of Indonesian Migrants. Journal of Law and Sustainable Development, 11(12), 1–31. https://doi.org/10.55908/sdgs.v11i12.1454
  18. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications, Inc.
  19. Mugiono, M., Indradewi, A. A., & Achmad, A. S. (2024). Perspektif Hukum terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kawasan ASEAN antara Indonesia dan Myanmar. Journal of Contemporary Law Studies, 2(3), 287–300. https://doi.org/10.47134/lawstudies.v2i3.3107
  20. Najib, G. Q. N., & Juned, M. (2025). The Role of ASEANAPOL in Tackling Human Trafficking Issue in Indonesia in 2021-2023. Jurnal Ilmu Kepolisian, 19(1), 35–56. https://doi.org/10.35879/jik.v19i1.466
  21. Rohman, M. A. P., & Halid, S. (2025, September 7). Tenaga kerja Indonesia ke Malaysia dijangka menurun. BH Online. https://www.bharian.com.my/berita/nasional/2025/09/1443162/tenaga-kerja-indonesia-ke-malaysia-dijangka-menurun#google_vignette
  22. Safitri, M. (2020). Perspektif Negara Pengirim: Indonesia dan Filipina. In Perjalanan Panjang Perlindungann Pekerja Migran di Asia Tenggara (p. 10). PT Scopindo Media Pustaka.
  23. Susilo, W., Hidayah, A., & Mulyadi. (2013). Selusur Kebijakan (Minus) Perlindungan Buruh Migran Indonesia. Migrant CARE. www.migrantcare.net
  24. Zidhnie, M. R. (2025). Peran Advokasi Migrant Care dalam Melindung Pekerja Migran Malaysia Tahun 2017-2022. Global Insights Journal, 2(2). https://doi.org/10.36859/gij.v2i2.3212