Dinamika Interdependensi Bilateral Indonesia-Jerman dalam Implementasi Program Ausbildung

Penulis

  • Camilla Tsabitha Universitas Padjadjaran

Abstrak

Kurangnya tenaga kerja terampil di Jerman, tantangan bonus demografi di Indonesia, serta arus mobilitas yang berpotensi memicu brain drain membentuk persoalan kompleks dan asimetris dalam program Ausbildung Indonesia-Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola interdependensi kompleks, menilai distribusi manfaat atau risiko, dan merumuskan opsi kebijakan agar mobilitas vokasi berkontribusi pada brain gain Indonesia. Metode kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur digunakan untuk menelaah motif, aktor kebijakan, serta distribusi manfaat dan risiko. Temuan menunjukkan adanya kondisi interdependensi yang asimetris dengan Jerman yang memperoleh keuntungan melalui pasokan tenaga kerja terampil dan penguatan ekosistem inovasi. Di sisi lain, Indonesia mendapatkan akses pelatihan berstandar internasional, mobilitas kerja legal, dan remitansi, tetapi menghadapi risiko migrasi permanen karena lemahnya rekognisi dan reintegrasi. Rekomendasi meliputi pengakuan sertifikasi luar negeri, skema sirkulasi talenta, rekrutmen yang adil, insentif kewirausahaan dan program alumni, serta orkestra multi-channel diplomacy. Implementasi terarah atas agenda tersebut berpotensi dalam mengonversi mobilitas Ausbildung menjadi brain gain berkelanjutan dan menyeimbangkan kemitraan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-13