Pemanfaatan Mikroalga dan Typha Untuk Penanganan Air Asam Tambang Pada Pertambangan Batubara
DOI:
https://doi.org/10.31315/jtp.v11i2.16030Keywords:
Air Asam Tambang, mikroalga, Typha Angustifolia, fitoremediasi, wetland buatanAbstract
Air asam tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama pada kegiatan pertambangan batubara, termasuk pada void pascatambang di Kabupaten Kutai Barat yang memiliki potensi pembentukan asam akibat keberadaan mineral sulfida pada batuan penyusunnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas mikroalga lokal dan tanaman Typha angustifolia dalam sistem wetland buatan untuk meningkatkan kualitas air pada void tersebut. Penelitian dilakukan selama tiga bulan dengan memanfaatkan lima kompartemen yang mewakili zona mikroalga dan vegetasi Typha. Parameter kualitas air yang diamati meliputi pH, logam terlarut (Fe dan Mn), H₂S, serta BOD, baik pada inlet maupun outlet tiap kompartemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroalga pada Kompartemen 2 dan 4 mampu meningkatkan pH dari kisaran 6,0–6,7 menjadi hingga 7,74 dalam waktu 24 jam. Peningkatan ini dipengaruhi oleh aktivitas fotosintesis dan proses biogeokimia yang menurunkan keasaman air. Kompartemen 2, yang diberi tambahan nutrisi organik, memberikan kenaikan pH paling konsisten. Pada sistem Typha, Kompartemen 1, 3, dan 5 menunjukkan peningkatan pH yang bervariasi, dengan nilai tertinggi pada K1 akibat adanya penambahan kapur. Analisis jaringan tanaman menunjukkan kemampuan Typha dalam mengakumulasi logam, dengan serapan Fe terbesar pada akar dan Mn serta S pada daun. Kelangsungan hidup Typha tertinggi tercatat pada K5 (95,8%), sedangkan penggunaan bahan organik segar meningkatkan BOD dan menurunkan keberhasilan tanam. Secara keseluruhan, mikroalga lebih efektif dalam penetralan pH secara cepat, sementara Typha berperan dalam stabilisasi jangka panjang dan akumulasi logam. Kombinasi keduanya direkomendasikan sebagai strategi fitoremediasi terpadu yang adaptif dan berkelanjutan untuk pengelolaan AAT pada void tambang batubara.
References
Abidin, F., Franita, & Chrisropaul. (2021). Pemanfaatan Biomassa Alga Turbinaria sp. sebagai Biosorben Ion Kromium pada Air Limbah. Prosiding 5th Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat. 151-153.
Almomani, F., & Bhosale, R.R. (2021). Bio-Sorption of Toxic Metals from Industrial Wastewater by Algae Strains Spirulina platensis dnd Chlorella vulgaris: Application of Isotherm, Kinetic Models and Process Optimization. Sci Total Environ. 755.
Andrawina, & Ernawati, R. Penerapan Metode Constructed Wetland dalam Upaya Pengelolaan Limbah Air Asam Tambang pada Penambangan Batubara, Berdasarkan Literatur Review. Prosiding Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi XV Tahun 2020 (ReTII).
Buhani, T.A., Wijayanti, Suharso, Sumadi, & Ansori, M. (2021). Application of Modified Green Algae Nannochloropsis sp. as Adsorbent in The Simultaneous Adsorption of Methylene Blue and Cu(II) Cations in Solution. Sustain Environ Res. 31 (1), 1–12.
Brar, K.K., Etteieb, S., Magdouli, S., Calugaru, L., & Brar, S.K. (2022). Novel. Approach for The Management of Acid Mine Drainage (AMD) for The Recovery of Heavy Metals Along with Lipid Production by Chlorella vulgaris. Journal of Environmental Management, 308.
Esrahwati, Riani, E., & Nurmawati, S. (2025). Efektifitas beberapa tumbuhan air untuk meningkatkan kualitas limbah cair industri tahu pada pabrik tahu Podomoro Desa Sebidai Kecamatan Sesayap Kab. Tana Tidung. Ulin: Jurnal Hut Trop, 9(1), 51–59. https://doi.org/10.32522/ujht.v9i1.14801
Fridtriyanda, A., Sutoyo, H. D., & Herniti, D. (2022). Studi literatur jenis tanaman pengelola air asam tambang batubara dengan cara fitoremediasi pada sistem lahan basah buatan. Dalam Prosiding Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi XVII (ReTII) (pp. 494–500).
Habibullah, A., Khamidah, N., & Saputra, R. A. (2021). Pemanfaatan Typha angustifolia dan fungi mikoriza arbuskular untuk fitoremediasi air asam tambang. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 17(2), 95–105. https://doi.org/10.30556/jtmb.Vol17. No 2. 2021.1163.
Pat-Espadas, A. M., Loredo Portales, R., Amabilis-Sosa, L. E., Gómez, G., & Vidal, G. (2018). Review of andrawinaconstructed wetlands for acid mine drainage treatment. Water, 10(11), 1685. https://doi.org/10.3390/w10111685.
Pujawati Suryatmana, dan Apong. Potensi Bakteri Pereduksi Sulfat dan Jenis Bahan Organik dalam Pengolahan Air ASAM Tambang Menggunakan System Constructed Wetland Tanaman Akar Wangi (Vetiveria Zizaniodes L). Soilrens. Desember 2020. Volume 18
Rahmalia, Handayani. Penetralan Air Asam Tambang Menggunakan Tumbuhan Purun Tikus (Eleocharis Dulcis). Jurnal Pertambangan. Mei 2020. Volume 4 No. 2
Saptawartono, Murati, F., Iashania, Y., Firdayanti, N., Melinda, S., & Reba, I. Y. (2024). Pengelolaan dan pengendalian air asam tambang pada kegiatan pertambangan batubara. Jurnal Teknik Pertambangan (JTP), 24(1), 44–51.
Simamora, E., Nurcholis, M., Ardian, A., Ernawati, R., & Winarno, E. (2024). Studi literatur: Potensi fikoremediasi berbasis strain alga sebagai biosorben kontaminan logam berat pada air asam tambang. GeoScienceEd: Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika, 5(3).http://jpfis.unram.ac.id/index.php/GeoScienceEdu/index.
Suharyadi, H., Lusantono, O. W., Cusna, I. A., Pangestu, W. I., & Qausha, L. (2023). Pemanfaatan rawa buatan (constructed wetland) dengan menggunakan tanaman lembang (Typha angustifolia) untuk remediasi di wilayah tambang. Jurnal Teknologi Pertambangan, 8(2), 60–67.
Wastuwidya, F.B., & Moersidik S. (2020). Adaptation and Growth of Botyrococcus braunii on Acid Mine Drainage. International Journal of Innovative Technology and Exploring Engineering (IJITEE). 9(3),238-341.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bantar Tyas Suksmawati Rukmana, Shofa Rijalul Haq, Oktarian Wisnu Lusantono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Teknologi Pertambangan: This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.