Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Korea Selatan di Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.31315/jik.v9i1.3414Keywords:
komunikasi antarbudaya, penyesuaian budayaAbstract
Kemajuan teknologi komunikasi mempengaruhi akses berbagai budaya Korea ke Indonesia. Negara Korea dan Indonesia saling bekerjasama dalam berbagai aspek. Hampir setiap semester mahasiswa Korea yang datang ke Yogyakarta meningkat jumlahnya. Kedatangan mereka di Yogyakarta mengakibatkan kontak antarbudaya tidak bisa dihindari, sehingga penyesuaian atau adaptasi komunikasi antarbudaya terjadi karena latar belakang budaya yang berbeda. Perbedaan latar belakang budaya menyebabkan terjadinya kecemasan atau ketidakpastian dalam proses penyesuaian dan interaksi dengan orang-orang pribumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penyesuaian dan adaptasi dalam komunikasi antarbudaya dan hambatan yang dihadapi mahasiswa Korea selama di Yogyakarta. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kegelisahan atau Manajemen Ketidakpastian dari WilliamB.Gudykunst dan pendekatan komunikasi antarbudaya melalui persepsi, komunikasi ver- bal dan nonverbal oleh LarryA.Samovar, analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dari pengamatan di lapangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan atau ketidakpastian yang dialami oleh mahasiswa Korea. Selain itu ada hambatan utama yang dialami dalam menyesuaikan diri dengan mahasiswa pribumi oleh mahasiswa Korea yaitu bahasa. Namun demikian, rasa saling menghargai, memahami dan rasa empati dapat meminimalkan munculnya konflik.
References
Aksan, Eka Ermita, 2009, Komunikasi Antarbudaya Etnik Jawa dan Etnik Cina, Jurnal Ilmu Komunikasi volume 7, Nomor 1, Januari-April 2009, ISSN 1693-3029, Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta.
DeVito, Joseph A, Komunikasi Antarmanusia, Kuliah Dasar, Copyright Profesional Books, Jakarta, 1997.
HB. Sutopo, Metode Penelitian Kualitatif, UNS Press, Solo, 2002.
Rochayanti, Christina, 2006, Proses Komunikasi dalam Perkawinan (usaha Pasangan Beda Budaya Sunda dan bukan Sunda dalam Menciptakan kebersamaan Makna di Kota Bandung) Jurnal Ilmu Komunikasi, volume 4, nomor 2 September-Desember 2006, ISSN 1693-3029, Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta.
Liliweri, Alo, Dasar-dasar Komunikasi Antarbudaya, Pusataka Pelajar, Yogyakarta, 2003.
Miles, Matthew B dan A Michael Huberman, 1992, Analisis data Kualitatif, penerjemah Tjetjep Rohendi Rohidi, UI Press, Jakarta.
Moleong Lexy, Metode Penelitian Kualitatif, Remaja Rosda Karya, Bandung, 1991.
Mulyana, Deddy dan Rakhmat, Jalaluddin, Komunikasi Antarbudaya Panduan Berkomunikasi Dengan Orang-orang Berbeda Budaya, Remaja Rosda Karya, Bandung, 2001.
Purwasito, Andrik, Komunikasi Multikultural, Muhammadiyah University Press 2003.
Samovar, Larry dan Richard E Porter, 1998, Intercultural Communication, Wadsworth Publishing Company, Boston.
Samovar, Larry, Richard E Porter, Lisa A Stefani, 2000, Communication Between Cultures, Wadsworth Publishing Company, New York.
Samovar, A Larry, Richard Porter, Edwin R McDaniel, 2010, Komunikasi Lintas Budaya, penerjemah Indri Margaretha Sidabalok, Salemba Humanika, Jakarta.
William, B Gudykunst, 2005, Theorizing Abaout Intercultural Communication, Sage Publications, New Delhi.
www.ristek.go.id. Diakses 1 April 2011. http://my.opera.com/Putra%20Pratama/blog/ show.dml/2743875. Diakses 11 April
http://lutfifauzan.wordpress.com/2009/11/24/139.
Diakses 1 April 2011.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish articles in this journal agree to the following terms:
- Copyright remains with the author and gives rights to the Jurnal Ilmu Komunikasi as the priority to publish the article with an Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional License, which allows the article to be shared with acknowledgment of the author of the article and this journal as the place of publication.
- Authors can distribute the publication of their articles on a non-exclusive basis (for example: on university repositories or books) with notification or acknowledgment of publication in the journal Option
- Authors are allowed to post their work online (for example: on personal websites or in university repositories) before and after the submission process (see The Effect of Open Access)
Jurnal Ilmu Komunikasi is licensed under a Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional License.