Analisis Pemanfaatan Sampah Organik menjadi Energi Gas Metana (CH4): Pengolahan Sampah Rumah Tangga di TPA sebagai Sumber Energi Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.31315/psb.v7i1.16823Abstrak
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2024, timbulan sampah dari 334 kabupaten/kota di seluruh Indonesia mencapai 36,2 juta ton. Dari jumlah ini, 32,88% atau 11,9 juta ton sampah berhasil dikelola, sementara 67,12% atau 24,3 juta ton sampah tidak terkelola. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis berbagai penelitian terkait transformasi sampah organik menjadi energi gas metana sebagai upaya mengurangi timbunan sampah yang tidak terkelola serta mendukung penyediaan energi berkelanjutan. gas metana dari sampah organik. Gas Metana terbentuk melalui tiga tahapan utama, yaitu hidrolisis, asidogenesis, dan asetgenesis, serta metanogenesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi gas metana dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil dan emisi gas rumah kaca, serta memberikan solusi berkelanjutan pada energi rumah tangga di berbagai lapisan masyarakat. Dengan demikian, transformasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam membangun lingkungan yang berkelanjutan serta memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
a. Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
b. Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).