Vol 17 No 2 (2020): Edisi Oktober 2020
Robotics

SISTEM PENGAWASAN DAN PERINGATAN DINI KEBENCANAAN PADA GOA TERINTEGRASI MENGGUNAKAN IOT

Danang Arif Rahmanda
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
Awang Hendrianto Pratomo
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
Oliver Samuel Simanjuntak
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Diterbitkan 2020-11-05

Kata Kunci

  • Smart City,
  • Internet of Things,
  • Pengawasan,
  • Peringatan Dini,
  • Gua

Cara Mengutip

Rahmanda, D. A., Pratomo, A. H., & Simanjuntak, O. S. (2020). SISTEM PENGAWASAN DAN PERINGATAN DINI KEBENCANAAN PADA GOA TERINTEGRASI MENGGUNAKAN IOT. Telematika, 17(2), 49–67. https://doi.org/10.31315/telematika.v1i1.3381

Abstrak

Smart city merupakan sistem yang memberikan perkembangan pada kota yang digunakan dengan tujuan untuk lebih baik serta memberikan pelayanan terhadap masyarakat untuk memenuhi kehidupan yang layak. Peringatan dini atau Early Warning System (EWS) pada bidang lingkungan merupakan bagian dari lingkungan cerdas untuk memberikan sebuah peringatan dini suatu kejadian seperti kebencanaan yang diberitahukan kepada masyarakat. Penerapan sistem peringatan dini tersebut di terapkan pada lingkungan yang meliputi daerah wisata alam, salah satunya gua. Gua merupakan suatu lingkungan berupa bentukan akibat proses alam yang melubangi batuan. Dengan adanya sistem pengawasan dan peringatan dini saat ini yang merupakan sistem yang sangat dibutuhkan, mengingat bencana yang sering realtime terjadi dan terkadang yang tidak dapat diduga. Dari cara pengamatan dan pemberitahuan informasi yang lama mengenai keadaan didalam gua ini dapat dilakukan dengan cepat dengan data yang diperbaharui secara secara terus menerus. Sistem pengawasan yang dirancang dengan menggunakan sensor DHT11 Sebagai Sensor Kelembaban Udara, DS18 Sebagai Sensor Ruang Luar,BMP180 Sebagai Sensor Suhu Ruang Dalam dan Tekanan Udara, FC28 Sebagai Sensor Kelembaban Tanah, Rain Gaug Sebagai Sensor Curah Hujan. Data yang didapatkan dari masing-masing sensor akan dikirimkan kedalam database yang berada dalam cloud server, sehingga data akan terus diperbaharui.
Hasil dari pengujian sensor didapatkan memiliki selisih yang tidak jauh dengan nilai nyata yang diuji dengan alat pengukur lain ketika daya atau tegangan yang diberikan pada sensor lebih tinggi. Pada tegangan 1 ampere untuk sensor suhu memberikan nilai 30 derajat selsius sedangkan dengan termometer adalah 32 derajat selsius, dan pada tegangan 5 ampere sensor suhu dan thermometer bernilai 29 derajat selsius diwaktu yang sama. Pada sensor kelembaban udara, dengan tegangan 1 ampere mendapatkan 63% sedangkan pada nilai nyatanya 65%, dan dengan tegangan 5 ampere, pada kelembaban nyata dan menggunakan sensor bernilai 77% diwaktu yang sama.

Referensi

  1. Alphonsa A, & Ravi G. (016). Earthquake Early Warning System by IOT using Wireless Sensor Networks, 1201–1205.
  2. Ambarwati, N. D. (2008). Potensi dan pengembangan Obyek wisata alam gua tembus di kabupaten wonogiri (PhD Thesis). Universitas Sebelas Maret.
  3. Beimborn, D., Miletzki, T., & Wenzel, S. (2011). Platform As A Service (Paas) Sebagai Layanan Sistem Operasi Cloud Computing. Business and Information Systems Engineering, 3(6), 381–384. https://doi.org/10.1007/s12599-011-0183-3
  4. BMKG. n.d. “Prakiraan Hujan Bulanan | BMKG.” BMKG | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Accessed August 2, 2018. http://www.bmkg.go.id/iklim/prakiraan-hujan-bulanan.bmkg.
  5. Chang, N., & Guo, D.-H. (2006). Urban flash flood monitoring, mapping and forecasting via a tailored sensor network system. 2006 IEEE International Conference on Networking, Sensing and Control, 757–761. https://doi.org/10.1109/ICNSC.2006.1673241
  6. Das, R. K., & Misra, H. (2017). Smart city and E-Governance: Exploring the connect in the context of local development in India. 2017 4th International Conference on eDemocracy and eGovernment, ICEDEG 2017, 232–233. ttps://doi.org/10.1109/ICEDEG.2017.7962540
  7. Endroyono, E., Affandi, A., Setijadi, E., Kusrahardjo, G., & Suprajitno, D. (2017). Inovasi SIEC-ITS dalam Implementasi Teknologi Informasi dan [Tele] Komunikasi Mendukung Framework Smart-city yang Berkelanjutan. IPTEK Proceedings Series.
  8. Faisela, R. Y. (2018). Pengembangan Layanan Infrastructure As A Service (Iaas) Untuk Laboratorium Virtual Menggunakan Platform Orchestration Pada Openstack.
  9. Fujiwara, Y., Yamada, K., Tabata, K., Oda, M., Hashimoto, K., Suganuma, T., Georgakopoulos, A. (2015). Context aware services: A novel trend in iot based research in smart city project. Proceedings - International Computer Software and Applications Conference, 3, 479–480. https://doi.org/10.1109/COMPSAC.2015.319
  10. Gold, R., Brown, J. S., Sprague, B., & Bruce, R. (1999). The origins of research at PARC, 38(4), 693–696.
  11. Hamalainen, M., & Tyrvainen, P. (2016). A Framework for IoT Service Experiment Platforms in Smart-City Environments.
  12. Harmony, G., & Agus Joko Pitoyo. (2012). Kajian Potensi Gua Sebagai Arahan Wisata Minat Khusus Penelusuran Gua Di Pulau Nusakambangan, 1(3), 20–28.
  13. Hayati, Jamilah, Santun R P Sitorus, and Siti Nurisjah. 2013. “Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Dengan Pendekatan Kota Hijau Di Kota Kandangan.” Jurnal Tataloka 15 (4): 306. https://doi.org/10.14710/tataloka.15.4.306-316.
  14. sKussul, N., Skakun, S., Shelestov, A. Y., Kussul, O., & Yailymov, B. (2014). Resilience aspects in the sensor web infrastructure for natural disaster monitoring and risk assessment based on earth observation data. IEEE Journal of Selected Topics in Applied Earth Observations and Remote Sensing, 7(9), 3826–3832. https://doi.org/10.1109/JSTARS.2014.2313573
  15. Liu, Q., Wang, G., Liu, X., Peng, T., & Wu, J. (2017). Achieving reliable and secure services in cloud computing environments. Computers and Electrical Engineering, 59, 153–164. https://doi.org/10.1016/j.compeleceng.2016.10.005
  16. Lopez Research. (2013). An Introduction to the Internet of Things (IoT). Lopez Research Llc, Part 1. of(November), 1–6.
  17. Management, B. (2015). Environmental Guideline For Environmental Guideline for Smart Cities. Ministry of Environment, Sustanable Development, and Disaster and Beach Management, (July), 1–18.
  18. Monzon, A. (2015). Smart Cities and Green ICT Systems (SMARTGREENS), 2015 International Conference on. Smart Cities and Green ICT Systems (SMARTGREENS), 2015 International Conference on, 1–11.
  19. Morreale, P., Qi, F., Croft, P., Suleski, R., Sinnicke, B., & Ken3dall, F. (2010). Real-time environmental monitoring and notification for public safety. IEEE Multimedia, 17(2), 4–11. https://doi.org/10.1109/MMUL.2010.37
  20. Na, A., & Isaac, W. (2016). Developing a Human-Centric Agricultural Model in the IoT Environment, 1–6. https://doi.org/10.1109/IOTA.2016.7562740
  21. Nam, T., & Pardo, T. A. (2011). Conceptualizing Smart City with Dimensions of Technology , People , and Institutions, 282–291.
  22. Patk-cornell, M. E. (1986). Warning Systems in Risk Management, 6(2).
  23. Poslad, S., Middleton, S. E., Member, S., Chaves, F., Tao, R. A. N., Necmioglu, O., & Bügel, U. (2015). A Semantic IoT Early Warning System for Natural Environment Crisis Management, 3(2).
  24. Singh, D. (2016). mKRISHI ® Fisheries : A case study on Early Warning System ( EWS ) for Disaster Communication and Management, (October), 106–111.
  25. Suhartono, Y., Atmaja, Y., & Lambang, R. P. (2008). Studi Konservasi Lukisan Gua Prasejarah di Maros dan Pangkep. Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.
  26. Wladdimiro, D., Gonzalez-cantergiani, P., Hidalgo, N., & Rosas, E. (n.d.). Disaster Management Platform to Support Real-time Analytics.
  27. Yuwono, B., Nugroho, S. P., Studi, P., & Informatika, T. (2015). Pengembangan Model Public Monitoring System, 12(2), 123–133.