Rekayasa Gambar Diri Remaja dalam Mencapai Pengakuan Sosial di Instagram

Tuti Widiastuti

Abstract


Instagram menjadi sebuah fenomena yang telah menginfeksi khususnya kaum remaja. Para remaja mengunduh aplikasi tersebut guna untuk memenuhi kebutuhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif bersifat kualitatif. Untuk mendapatkan data peneliti menggunakan dua jenis teknik pengumpulan data, yaitu wawancara mendalam dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa motif yang ingin dicapai oleh kaum remaja ketika melakukan rekayasa gambar diri dan mengunggahnya ke Instagram, seperti ingin memperbanyak foto di Instagram, mengabadikan momen-momen serta yang paling dominan ialah ingin mendapat perhatian dari orang lain berupa komentar dan like. Hasil penemuan menyimpulkan bahwa sebagian besar remaja menggunakan Instagram agar bisa menampilkan identitas diri yang diinginkan, dan dalam melakukan rekayasa gambar diri agar dapat menyalurkan hobi, meningkatkan eksistensi, dan hanya sekedar suka.

 


Keywords


Rekayasa Gambar Diri, Remaja, Pengakuan Sosial, Instagram.

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Adorno. Theodor W., and Max Horkheimer.2002. Dialectic of Enlightenment. Terjemahan: Ahmad Sahidah, Dilektika Pencerahan. Yogyakarta: IRCiSoD.

Berger, Peter L., dan Thomas Luckmann.1990. Tafsir Sosial atas Kenyataan: Risalah tentang Sosiologi Pengetahuan. Terjemahan:

Hasan Basari. Jakarta: LP3ES.

Danesi, Marcel, dan Peron. 2004. Pesan, Tanda, dan Makna: Buku Teks Dasar Mengenai Semoitika dan Teori Komunikasi. Yogyakarta: Jalasutra.

____________. 2012. Pesan, Tanda, dan Makna. Yogyakarta: Jalasutra.

Hamadi, Abu. 2002. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.

Liliweri, Alo. 2005. Prasangka dan Konflik: Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur. Yogyakarta: LKiS.

Nonsi, Rismawati. 18 Juni 2015. Fakta di Balik Foto Selfie. http://www.kompasiana.com/www.rismawatinonsi.com/fakta-di-balik-fotoselfie_54f98b11a33311d0588b49bb. Diakses 1 Februari 2016.

Pawito. 2007. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: LKiS.

Rumini, Sri, dan Siti Sundari. 2004. Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Semiawan, Conny R. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Grasindo.

Setiansah, Mite, Wening Udasmoro, dan Ratna Noviani. 2015. Politik Identitas Perempuan Pengguna Smartphone: Negosiasi, Apropriasi dan Resistensi Perempuan dalam Dunia Serba Ambivalen. Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol. 13 No. 2, hal. 183-192.

Simatupang, Fritta Faulina. 2015. Fenomena Selfie (Self Portrait) di Instagram (Studi Fenomenologi pada Remaja di Kelurahan Simpang Baru Pekanbaru). Jom FISIP, Vol. 2, 1-15.

Storey, John. 2003. Teori Budaya dan Budaya Pop, Memetakan Lanskap Konseptual Cultural Studies. Yogyakarta: Qalam.

Suparno, Basuki Agus, dan Arif Wibawa. 2014. Hegemoni Kapitalisme dalam Transisi Demokrasi di Indonesia Analisis Wacana Kritis. Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol. 12 No. 3, hal 215-230.

Suryani, Tatik. 2008. Perilaku Konsumen: Implikasi pada Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sutrisno, Mudji, dan Hendar Putranto. 2005. Teori-Teori Kebudayaan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



 Jurnal Ilmu Komunikasi indexed by:

 


Copyright of Jurnal Ilmu Komunikasi ISSN 1693-3028 (print), ISSN 2407-8220 (online)

Alamat:

Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Phone: (0274)485268

Fax: (0274)487147

Email: jik@upnyk.ac.id 

Web
Analytics View My Stats