Memaknai Kerja Dan Menjaga Martabat: Pengaruh Workplace Spirituality Dan Iklim Organisasi Terhadap Keterikatan Kerja Melalui Workplace Dignity

Authors

  • Ida Susi Dewanti Jurusan Administrasi Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
  • Peni Nur Azizah Jurusan Administrasi Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31315/jurnaladmbisnis.v24i02.17003

Abstract

Keterikatan kerja merupakan salah satu unsur penting dalam pengelolaan sumber daya manusia karena berkaitan dengan semangat, dedikasi, dan keterlibatan karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya. Dalam konteks organisasi yang dituntut adaptif dan produktif, keterikatan kerja tidak hanya dipengaruhi oleh sistem formal dan kompensasi, tetapi juga oleh pengalaman kerja yang bermakna, suasana organisasi yang kondusif, serta penghormatan terhadap martabat karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh workplace spirituality dan iklim organisasi terhadap keterikatan kerja melalui workplace dignity sebagai variabel mediasi pada karyawan PT. Perkebunan Tambi Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan melibatkan 68 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa workplace spirituality dan iklim organisasi berpengaruh positif terhadap workplace dignity. Workplace spirituality dan iklim organisasi juga berpengaruh positif terhadap keterikatan kerja. Selain itu, workplace dignity terbukti berpengaruh positif terhadap keterikatan kerja sekaligus memediasi pengaruh workplace spirituality dan iklim organisasi terhadap keterikatan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa keterikatan kerja karyawan dapat diperkuat melalui lingkungan kerja yang bermakna, suportif, dan menghargai martabat manusia. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian perilaku organisasi dan memberikan implikasi praktis bagi penguatan kebijakan manajemen sumber daya manusia yang lebih berpusat pada manusia.

Downloads

Published

2026-07-31