Fitoremediasi Memanfaatkan Tanaman Coontail untuk Menurunkan Kadar Timbal (Pb) menggunakan Sistem Batch
DOI:
https://doi.org/10.31315/jilk.v6i1.10190Keywords:
Fitoremediasi, Ceratophyllum demersum, Timbal (Pb), Sistem batchAbstract
Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah semakin banyak adanya seiring dengan banyaknya industri yang ada di Indonesia. Perlu adanya pengolahan limbah alternatif yang digunakan untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Fitoremediasi merupakan alternatif pengolahan yang dapat digunakan untuk mengolah limbah yang mengandung logam berat karena pada pengolahan ini memanfaatkan tanaman untuk menyerap logam berat yang ada pada limbah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efisiensi penyerapan tanaman Coontail (Ceratophyllum demersum) dalam melakukan proses fitoremediasi air limbah yang mengandung timbal (Pb) dan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang dipengaruhi oleh variasi jumlah tanaman yang digunakan dalam menurunkan kadar Pb. Dalam penelitian eksperimental ini menggunakan variasi jumlah tanaman sebanyak 5 dan 10 tanaman yang digunakan dalam fitoremediasi dengan sistem batch, sedangkan untuk waktu fitoremediasi selama 10 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada masing-masing reaktor memiliki penyerapan yang berbeda-beda yaitu pada reaktor limbah logam Pb dengan 5 tanaman dengan hasil rata-rata sebesar 83,7% sedangkan hasil pada reaktor dengan 10 tanaman dengan hasil rata-rata sebesar 86,8%. Berdasarkan hasil uji Kruskal Wallis nilai Asymp.sig tidak melebihi 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan variasi jumlah tanaman terhadap penurunan kadar Pb.References
Ajeng, A. B., & Wesen, P. (2013). Penyisihan Logam Berat Timbal (Pb) dengan Proses Fitoremediasi. Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 5(2), 17–23.
Dogan, M., Karatas, M., & Aasim, M. (2018). Cadmium and lead bioaccumulation potentials of an aquatic macrophyte Ceratophyllum demersum L.: A laboratory study. Ecotoxicology and Environmental Safety, 148(August 2017), 431–440. https://doi.org/10.1016/j.ecoenv.2017.10.058
Dzakwan, M. A., & Ni’am, A. C. (2021). Kajian Jenis Tanaman Rumput Untuk Teknologi Fitoremediasi Tanah Tercemar Logam Berat. Seminar Teknologi Perencanaan, Perancangan, Lingkungan, dan Infrastruktur II, 413–421. http://disbun.jabarprov.go.id/akarwangi,
Furze, J. N., Eslamian, S., Raafat, S. M., & Swing, K. (2022). Competitive Bioaccumulation by Ceratophyllum demersum L. (Vol. 2). https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-030-98584-4_1.
Lidiana, R. (2022). Efektivitas dan Efisiensi Tanaman Genjer ( Limnocharis flava ) Dalam Menurunkan Kadar Logam Berat Timbal (Pb) Menggunakan Sistem Batch. 1–83.
Lupitasari, D., & Kusumaningtyas, V. A. (2020). Pengaruh Cahaya dan Suhu Berdasarkan Karakter Fotosintesis Ceratophyllum demersum sebagai Agen Fitoremediasi. Jurnal Kartika Kimia, 3(1), 33–38. https://doi.org/10.26874/jkk.v3i1.53
Munandar, A. A., Kusuma, Z., Prijono, S., & Irawanto, R. (2018). Fitoremediasi air tercemar timbal ( Pb ) dengan Semna minor dan Ceratophyllum demersum serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan Lactuca sativa. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 5(2), 867–874. http://jtsl.ub.ac.id
Mustafa, H. M., & Hayder, G. (2021). Recent studies on applications of aquatic weed plants in phytoremediation of wastewater: A review article. Ain Shams Engineering Journal, 12(1), 355–365. https://doi.org/10.1016/j.asej.2020.05.009
Permadi, M. I. (2019). Pemanfaatan Bambu Air (Equisetum sp.) Untuk Menurunkan Kadar Timbal (Pb) Menggunakan Fitoremediasi Sistem Batch. In digilib.uinsa.ac.id (Vol. 8, Nomor 5).
Polechońska, L., Klink, A., Dambiec, M., & Rudecki, A. (2018). Evaluation of Ceratophyllum demersum as the accumulative bioindicator for trace metals. Ecological Indicators, 93, 274–281. https://doi.org/10.1016/J.ECOLIND.2018.05.020
Pranoto. (2013). Fitoteknologi Dan Ekotoksikologi Dalam Pengolahan Sampah Menjadi Kompos. Indonesian Journal of Conservation, 2(1), 66–73.
Sukono, G. A. B., Hikmawan, F. R., Evitasari, E., & Satriawan, D. (2020). Mekanisme Fitoremediasi: Review. Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL), 2(2), 40–47. https://doi.org/10.35970/jppl.v2i2.360
Suryadi, Isna Apriani, U. K. (2017). Uji Tanaman Coontail (Ceratophyllum Demersum) Sebagai Agen Fitoremediasi Limbah Cair Kopi. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 5(1). https://doi.org/10.26418/jtllb.v5i1.18541
Tampubolon, K., Zulkifli, T. B. H., & Alridiwirsah. (2020). Kajian Gulma Eleusine indica Sebagai Fitoremediator Logam Berat. Jurnal Agroteknologi dan Perkebunan, 3(1), 1–9.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with JILK agree to the following terms:- Authors transfer the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)


